Rabu, 4 Maret 2026

Berita Gorontalo

Cerita Perjuangan Mutia Bone Bolango, Finalis DA7 yang Bikin Gorontalo Bangga

Perjalanan Mutia Imran, gadis berbakat asal Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, menjadi salah satu kisah paling membanggakan

Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Cerita Perjuangan Mutia Bone Bolango, Finalis DA7 yang Bikin Gorontalo Bangga
TribunGorontalo.com/Kolase
DA7 -- Mutia Imran, kebanggaan Bone Bolango yang menorehkan prestasi di panggung nasional. Langkah Mutia terhenti di Top 6, namun semangat dan talentanya tetap menginspirasi. 

Ringkasan Berita:
  • Mutia Imran, gadis berbakat asal Bone Bolango, Gorontalo, telah menempuh perjalanan panjang di dunia tarik suara hingga akhirnya tampil gemilang di panggung Dangdut Academy 7 Indosiar. 
  • Ia dikenal sebagai sosok yang disiplin, berprestasi sejak kecil, dan mendapat dukungan penuh dari keluarga serta masyarakat Gorontalo. 
  • Meski perjuangannya terhenti di babak Top 6, Mutia tetap menjadi kebanggaan daerah berkat dedikasi dan pencapaiannya di tingkat nasional.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Perjalanan Mutia Imran, gadis berbakat asal Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, menjadi salah satu kisah paling membanggakan sekaligus mengharukan di panggung Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar.

Setelah menembus berbagai tahap hingga berhasil mencapai Top 6, Mutia akhirnya harus mengakhiri langkahnya pada result show Senin malam, 1 Desember 2025.

Padahal, Mutia telah mencuri perhatian masyarakat Gorontalo sejak awal kompetisi. Ia pertama kali lolos ke babak Top 30 dan langsung disambut antusias oleh warga daerahnya.

Baca juga: Warga Gorontalo Kini Lebih Tertib, Operasi Zebra 2025 Catat Tren Baru

Lahir pada 13 Mei 2007, Mutia adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Imran Mahmud, Anggota DPRD Bone Bolango, dan Karsum Idrus.

Sang ayah menggambarkan Mutia sebagai anak yang penurut, taat pada orang tua, serta tekun belajar.

Sejak kecil, bakat seni Mutia sudah menonjol. Saat SD, ia menjuarai lomba pop tingkat kabupaten, dan di usia 11 tahun tampil di ajang dangdut cilik tingkat nasional di Jakarta.

Prestasinya terus berlanjut, dari juara dua Festival Dangdut Danau Perintis pada usia 13 tahun hingga berbagai kemenangan saat SMA.

Ia juga dikenal piawai dalam menari, membuat penampilannya di panggung semakin memikat.

Perjuangan Mutia di DA7 berlangsung cukup konsisten. Ia bahkan sempat tampil kuat di Top 7 setelah meraih virtual gift terbanyak.

Namun di Top 6, jumlah gift yang menurun membuat posisinya tak lagi aman.

Pada result show, April dari Cirebon tampil sebagai peraih gift tertinggi dengan 15 juta dukungan dan lolos otomatis ke Top 5.

Sementara empat peserta lainnya diselamatkan oleh juri.

Baca juga: Menteri UMKM Ungkap Penyebab Indonesia Kebanjiran Batik dan Jilbab asal China

Mutia menjadi satu-satunya peserta yang tersenggol di babak tersebut, membuat para pendukungnya di Gorontalo merasa sedih dan kecewa.

Meski begitu, keluarga Mutia tetap bangga. Sang ayah mengaku selalu meluangkan waktu untuk memberi semangat putrinya, bahkan di tengah kesibukan sebagai anggota dewan.

Selama kompetisi, dukungan virtual gift menjadi faktor penting bagi keberlangsungan peserta.

Keluarga Mutia pun sejak awal berharap agar masyarakat Gorontalo tidak berhenti memberikan dukungan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 04 Maret 2026 (14 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved