PEMPROV GORONTALO
Wagub Idah Syahidah Ungkap Pentingnya Percepatan Penurunan Stunting Gorontalo: Ini Pekerjaan Bersama
Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah menekankan pentingnya percepatan penurunan stunting melalui edukasi
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wagub-Idah-Syahidah-tekankan-pentingnya-percepatan-penurunan-stunting.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah menekankan pentingnya percepatan penurunan stunting melalui edukasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Hal itu disampaikan Idah saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Gorontalo, Selasa (2/12/2025).
Idah menjelaskan, langkah percepatan harus dilakukan secara holistik dan terkoordinasi, mulai dari pemerintah pusat hingga desa.
“Kita semua punya peran. Ini pekerjaan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, stunting masih menjadi ancaman besar terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045. Kondisi tersebut muncul akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada anak, yang akhirnya membuat tinggi dan berat badan tidak sesuai standar kesehatan.
“Ini bukan sekadar angka. Ini soal masa depan anak-anak kita,” tegas Idah.
Baca juga: BLTS Kesra Gorontalo Cair Lagi, Simak Cara Cek Penerima Bansos Rp900 Ribu
Fokus pada Remaja Wanita
Dalam sambutannya, Wagub menyoroti pentingnya perhatian terhadap remaja putri, terutama yang sudah mengalami menstruasi.
Ia menekankan agar mereka rutin mengonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia.
“Kalau remaja anemia, risiko melahirkan anak stunting semakin besar,” jelasnya.
Idah meminta pemerintah kabupaten/kota, PKK, hingga sekolah-sekolah untuk memperkuat sosialisasi ini. Ia mencontohkan kebiasaan di PMI yang selalu memberikan vitamin, susu, dan telur untuk menjaga kesehatan pendonor.
“Hal-hal sederhana seperti itu sebenarnya sangat membantu,” tambahnya.
Di hadapan peserta rakor, Idah menggarisbawahi masih banyak sekolah yang abai dalam memastikan higienitas makanan anak.
Ia mengingat peristiwa keracunan beberapa waktu lalu dan mengaitkannya dengan kurangnya pengawasan.
“Kadang anak lupa cuci tangan sebelum makan. Gurunya juga tidak selalu mengingatkan,” katanya.
Wagub menegaskan, program makan bergizi gratis pemerintah pusat perlu didukung dengan disiplin higienitas di sekolah, mulai dari kebersihan tangan, wadah makan, hingga tempat penyajian.