Minggu, 22 Maret 2026

Festival Kuliner Gorontalo

Binte Biluhuta jadi Primadona di Festival Kuliner Gorontalo, Peserta Peran Saka Nasional Ketagihan

Acara Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional ini dipusatkan di Taman Budaya Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajri A Kidjab | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Binte Biluhuta jadi Primadona di Festival Kuliner Gorontalo, Peserta Peran Saka Nasional Ketagihan
FOTO: Fajri Kidjab, TribunGorontalo.com
FESTIVAL KULINER NUSANTARA — Glorivy Supit dan Maria Rumawir, peserta kontingen Kwarcab Minahasa, Sulut. Glorivy dan Maria menyukai milu siram. (Sumber Foto: Fajri A. Kidjab/TribunGorontalo.com) 
Ringkasan Berita:
  • Milu Siram khas Gorontalo menjadi primadona di Festival Kuliner Nusantara
  • Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka memuji kelezatan binthe biluhuta
  • Peserta dari luar daerah turut mencicipi milu siram

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto – Binte Biluhuta menjadi primadona di Festival Kuliner Nusantara.

Acara Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional ini dipusatkan di Taman Budaya Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sabtu (8/11/2025).

Sebanyak 34 kontingen dari 34 provinsi di Indonesia memperkenalkan kuliner khas mereka, tak terkecuali Gorontalo.

Kontingen Gorontalo menyiapkan binte biluhuta dijajakan kepada para pimpinan Gerakan Pramuka yang hadir.

Baca juga: Sarah Amelia, Kontingen Sumatera Barat Bangga Kenalkan Budaya di Peran Saka Nasional 2025 Gorontalo

Binte Biluhuta ini disajikan dengan ikan cakalang suwir hingga daun kemangi.

Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Sekjen Kwarnas) Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo memuji cita rasa Binte Biluhuta.

Ia tampak lahap menikmati kuliner yang berbahan dasar jagung itu.

Keringat di dahinya mulai bercucuran karena rasa pedasnya Binte Biluhuta.

"Ada rasa kecutnya juga," ujar Bachtiar usai menghabiskan semangkuk Binte Biluhuta.

Ia berharap Binte Biluhuta terus dikenal hingga pelosok negeri.

"Moga-moga makanan ini jadi ciri khas nusantara dan diperkenalkan ke berbagai daerah," bebernya.

Di tempat yang sama, sejumlah peserta dari luar daerah turut mencicipi Binte Biluhuta.

Maria Rumawir, kontingen dari Kwartir Cabang Minahasa, Sulawesi Utara, mengacungkan jempol terhadap kelezatan Binte Biluhuta.

"Manado juga suka pedas-pedas, ya, Kak. Tapi ini Binte Biluhuta enak banget, apalagi pakai lemonnya segar, jadi segar,” tutur peserta dari Gugus Depan SMA Negeri 1 Tondano tersebut.

Sementara itu, Glorivy Supit dari Kwarcab Minahasa menambahkan bahwa dirinya sudah terbiasa dengan masakan Manado sehingga tak terlalu kaget dengan rasa pedas Binte Biluhuta.

"Enak banget, Kak. Kalau kayak Maria bilang tadi, untuk pedasnya sama karena di Sulawesi Utara juga suka sama pedas-pedas. Makanya ini jadi enak," tambahnya.

Pendapat serupa dilontarkan oleh dua peserta asal Manado lainnya, Cahaya Tielung dan Shantania Kumolontang.

Baca juga: Makanan Khas Se-Nusantara Hadir di Festival Kuliner Gorontalo, dari Jawa hingga Sumatera

Bagi Cahaya, ia menyukai semua kuliner khas daerah di Festival Kuliner kali ini.

"Makanannya juga enak-enak dari berbagai daerah dan juga menginspirasi banyak-banyak daerah untuk mencoba makanan mereka" bebernya.

Adapun Shantania mengaku baru pertama kali mencicipi Binte Biluhuta.

"Rasanya sangat enak karena baru first time coba makanan ini khas Gorontalo, jadi rasanya enak," tukas siswi SMA Negeri 1 Langowan itu.

Pendapat serupa dilontarkan oleh Suci, peserta dari kontingen Tolitoli.

Suci menyebut Binte Biluhuta cukup unik karena rasa pedasnya.

Meskipun berasal dari Sulawesi Tengah, Suci baru kali ini merasakan makanan yang begitu menggugah selera.

"Tadi itu (Binte Biluhuta) enak tapi pedas sekali," ujarnya tersenyum lebar.

Suci pun tertarik untuk mencoba kuliner dari daerah lain.

Selain peserta, masyarakat juga dipersilakan untuk mencicipi kuliner nusantara di Taman Budaya.

Sejumlah warga terlihat berbincang dengan peserta yang berdiri sembari menjelaskan nama kuliner.

Festival Kuliner Nusantara yang dirangkaikan dengan Karnaval Budaya ini ditutup dengan penampilan musisi lokal seperti Sedjiwa Band.

Para peserta menari bersama, mereka bergandeng tangan dan membentuk lingkaran. Mereka menari mengikuti irama musik. Tarian ini dikenal dengan Tari Dero khas Pamona, Poso.

 

(TribunGorontalo.com/Fajri A. Kidjab)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved