Hujan Deras di Gorontalo
Cerita Warga saat Hujan Deras Landa Gorontalo Selasa pagi
Hujan deras melanda Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Selasa (4/11/2025) pagi.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Genangan-air-menutupi-badan-Jalan-HB-Jassin-dddd.jpg)
“Sekarang sudah ada jas hujan, payung, dan kendaraan yang nyaman. Jadi tinggal disiasati saja,” katanya.
Meski begitu, ia berharap ada kebijakan toleransi dari pihak kantor saat kondisi cuaca ekstrem.
“Kalau hujan lebat disertai angin, jalanan licin. Jadi bagus kalau ada toleransi waktu atau sistem kerja fleksibel agar pegawai tidak terlalu terbebani,” harapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo sudah mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yang diperkirakan terjadi pada 4–-7 November 2025.
Fenomena ini dipicu oleh adanya Gelombang Ekuatorial Rossby, yang melintas di perairan utara Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Gelombang ini dapat memicu pembentukan awan konvektif dan meningkatkan curah hujan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Dimas Yudistira, Forecaster BMKG Klimatologi Gorontalo, saat dihubungi Tribun Gorontalo, Minggu (2/11/2025), mengatakan fenomena ini perlu diwaspadai masyarakat.
Dari prakiraan cuaca dimulai tanggal empat hingga tujuh akan diguyur hujan dengan adanya gelombang Rossby ini akan melewati perairan utara Sulawesi Utara yang di dalamnya Gorontalo.
“Perlu waspada tanggal 4--7 diprediksi akan diguyur hujan. Ada gelombang Rossby yang akan lewat di perairan utara Sulawesi Utara dan Gorontalo, memicu awan konvektif dan meningkatkan curah hujan sedang hingga lebat,” ujarnya.
Dimas menambahkan, masyarakat sudah dihimbau untuk mulai waspada sejak tanggal 3 November.
“Mulai dari tanggal 3 dihimbau untuk waspada kepada masyarakat,” katanya.
BMKG menjelaskan, Gelombang Ekuatorial Rossby merupakan gelombang atmosfer berskala besar yang terbentuk akibat rotasi bumi dan perbedaan gaya Coriolis di sekitar ekuator.
Diketahui gelombang ini bergerak ke arah barat dan sering memicu pembentukan awan konvektif, yaitu awan tebal yang terbentuk akibat naiknya udara lembab dari permukaan laut ke lapisan atmosfer.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan deras di wilayah tropis, termasuk di Gorontalo. Dalam bahasa sederhana, gelombang ini seperti “ombak besar di langit” yang membawa udara lembab dan membuat awan cepat terbentuk.
"Di Indonesia, fenomena Rossby kerap muncul bersamaan dengan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) atau Gelombang Kelvin, " jelasnya.
| 2 Titik di Jalan HB Jassin Kota Gorontalo Tergenang Air, Drainase Tak Berfungsi |
|
|---|
| BPBD Bone Bolango Imbau Masyarakat Waspada Potensi Bencana Imbas Curah Hujan Tinggi di Gorontalo |
|
|---|
| Danau Limboto Gorontalo Tak Meluap Meski Hujan Deras, Nelayan Justru Keluhkan Hasil Tangkapan Minim |
|
|---|
| Hujan Deras di Gorontalo Picu Longsor Batu Hantam Rumah Warga di Kelurahan Tenda: Dinding Retak |
|
|---|
| Hujan Masih Guyur Provinsi Gorontalo, BMKG Prediksi Masih Berlangsung hingga Siang Nanti |
|
|---|