Kamis, 19 Maret 2026

Objek Wisata Gorontalo

Wisata Botu Motolioluwo Gorontalo Makin Keren! Jalan Dibeton hingga Gapura Baru

Objek Wisata Botu Motolioluwo mengalami penambahan fasilitas, Sabtu (4/10/2025). 

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Wisata Botu Motolioluwo Gorontalo Makin Keren! Jalan Dibeton hingga Gapura Baru
Sumber Foto: TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
WISATA: Potret Wisata Botu Motolioluwo di Desa Longalo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Minggu (22/9/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Objek Wisata Botu Motolioluwo mengalami penambahan fasilitas, Sabtu (4/10/2025). 

Kini, objek wisata di Desa Longalo, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango ini makin terlihat layak dikunjungi. 

Sejumlah perbaikan dilakukan demi menunjang kenyamanan para pengunjung.

Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan, Sabtu (4/10/2025), akses jalan menuju area wisata sudah dirabat beton. 

Pos pembayaran tiket yang sebelumnya berada di sisi kanan jalur masuk, kini dipindahkan ke bagian kiri agar alur kendaraan lebih tertata. 

Selain itu, gapura dengan desain baru juga berdiri megah menyambut wisatawan.

Perubahan tata ruang wisata ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2024. 

Meski begitu, tarif masuk tetap relatif murah yakni Rp6.000 per orang. 

Dengan harga tersebut, pengunjung sudah mendapatkan fasilitas gratis parkir kendaraan serta akses kamar mandi.

Daya Tarik Wisata Alam

Wisata Botu Motolioluwo dikenal menawarkan nuansa alam yang asri, aliran sungai jernih untuk pemandian, serta lahan camping ground yang sering menjadi magnet wisatawan, khususnya kalangan anak muda.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Botu Motolioluwo, Moh. Nikswanto S. Suleman, menjelaskan, nama “Botu Motolioluwo” berasal dari bahasa lokal yang berarti “batu yang berpasangan”.

Menurut kisah masyarakat sekitar, batu tersebut diyakini memiliki pasangan, satu batu di bagian atas disebut sebagai suami, sementara dua batu di bawahnya dilambangkan sebagai istri. 

Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian batu sempat terpisah akibat adanya galian C di wilayah tersebut.

“Diceritakan tetua di sini dulu, posisi batu satu di atas diistilahkan suaminya dan dua batu di bawah diistilahkan istrinya, jadi dia mempunyai dua istri. Tapi kemudian proses galian C membuat batunya terpisah,” ujar Nikswanto.

Sejarah dan Awal Pembangunan

Wisata Botu Motolioluwo mulai digagas pada  2021, tepat saat pandemi Covid-19 masih berlangsung. 

Awalnya, lokasi ini kerap dijadikan tempat pengaderan mahasiswa. Namun, karena memiliki potensi besar, Karang Taruna Bukit Permai Longalo kemudian berinisiatif mengelolanya secara serius.

Karang Taruna membentuk kelompok sadar wisata yang langsung dikukuhkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Bone Bolango. 

Pengukuhan itu juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bone Bolango, sehingga menambah semangat para pemuda untuk mengembangkan destinasi tersebut.

“Awalnya ini hanya swadaya anak muda. Kami gunakan dana karang taruna, dan uang masuk dari tiket diputar kembali untuk menambah fasilitas sedikit demi sedikit,” ungkap Nikswanto.

Hingga kini, anggaran pembangunan fasilitas sebagian besar berasal dari hasil penjualan tiket masuk. 

Bantuan dari pemerintah daerah ada, meski terbatas, seperti penyediaan perahu arum jeram dan beberapa booth kantin.

“Hampir semua fasilitas dibangun dari hasil tiket masuk dan semangat gotong royong anak-anak muda,” tegasnya.

Keamanan dan Ketertiban

Pengelola wisata juga memperhatikan aspek keamanan. Mereka bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI yang melakukan patroli rutin, terutama saat malam hari ketika banyak wisatawan mendirikan tenda.

Patroli dilakukan untuk memastikan tidak ada barang-barang terlarang di area wisata, seperti minuman keras, senjata tajam, maupun potensi tindakan asusila.

Pengelola lain, Melki Seku, berharap perhatian lebih dari pemerintah daerah terhadap keberlangsungan wisata di Bulango Utara, termasuk Botu Motolioluwo.

Menurutnya, keberadaan wisata ini tidak hanya menjadi ruang rekreasi masyarakat, tetapi juga mampu mengurangi angka pengangguran dan menggerakkan UMKM warga setempat.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu memperbaiki jalan dan menambah fasilitas seperti gazebo maupun kamar mandi,” ungkap Melki.

Saat ini, fasilitas yang tersedia di Botu Motolioluwo antara lain mushola, dua unit WC, tiga kamar ganti, serta area parkir yang cukup luas.

Pengelola juga menyediakan berbagai perlengkapan sewa, seperti tenda, kursi, tikar, kompor, hingga alat camping lainnya.

Dengan demikian, wisatawan yang datang tanpa persiapan tetap bisa merasakan pengalaman berkemah di tepi sungai.

Untuk operasional, wisata ini buka setiap hari, Senin hingga Minggu, dan tidak pernah tutup alias beroperasi 24 jam.

Meski begitu, kunjungan paling ramai terjadi pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

Dari pusat Kota Gorontalo, lokasi wisata dapat ditempuh dalam waktu sekitar 38 menit dengan jarak kurang lebih 18 kilometer.

Dengan segala fasilitas dan semangat para pengelolanya, Botu Motolioluwo di Desa Longalo kini menjadi salah satu destinasi alternatif yang wajib dikunjungi jika berwisata ke Bone Bolango.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved