Kamis, 19 Maret 2026

Mapala Gorontalo Meninggal

BREAKING NEWS: Keluarga Jeksen Demo di Rektorat UNG Gorontalo, Soroti Hasil Investigasi

Keluarga Muhammad Jeksen (MJ) bersama anggota paguyuban dan koalisi antikekerasan menggelar aksi demonstrasi

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS: Keluarga Jeksen Demo di Rektorat UNG Gorontalo, Soroti Hasil Investigasi
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
AKSI DEMONSTRASI -- Sejumlah anggota keluarga Jeksen bersama paguyuban menggelar demonstrasi di dalam gedung rektorat Universitas Negeri Gorontalo, pada Rabu (1/10/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Keluarga Muhammad Jeksen (MJ) bersama anggota paguyuban dan koalisi antikekerasan menggelar aksi demonstrasi di Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG). 

Tepat pukul 12.45 Wita, massa memadati halaman Rektorat UNG pada Rabu (1/10/2025).

Massa aksi mendesak Rektor UNG turun langsung menemui mereka untuk memberikan penjelasan terkait hasil investigasi kampus atas meninggalnya MJ.

MJ, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial ini, diketahui meninggal setelah mengikuti pengaderan atau pendidikan dasar (Diksar) Mapala Butaiyo Nusa, beberapa waktu lalu. 

Sebelumnya, pada Jumat (26/9/2025), Fakultas Ilmu Sosial UNG telah resmi mengumumkan hasil investigasi internal.

Laporan tersebut memuat lima poin temuan, mulai dari penelusuran fakta, aspek administratif, manajerial, hingga rekomendasi.

Namun, keluarga korban menilai proses investigasi tersebut cacat sejak awal karena tidak melibatkan mereka. 

“Sejak Tim Investigasi ini dibentuk, kami selaku keluarga korban dan atau diwakili oleh penasehat hukum serta koalisi anti kekerasan tidak pernah diberitahu dan tidak dilibatkan sama sekali dalam proses investigasi,” tegas Ode Sari, anggota keluarga mendiang Jeksen.

Bagi mereka, pelibatan keluarga korban sangat penting, baik untuk memberikan keterangan yang memadai maupun sebagai bentuk penghormatan terhadap hak korban.

Keluarga juga menyoroti poin administratif dalam temuan investigasi.

Tim kampus menyebut kegiatan Diksar Mapala BTN tidak memiliki surat izin. Namun, pada saat yang sama, Fakultas Ilmu Sosial justru mengakui mengeluarkan surat keputusan (SK) kepanitiaan yang ditandatangani oleh dekan, sekaligus memberikan bantuan dana. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Pertalite Mulai Langka, Warga Rela Antre Berjam-jam di SPBU Kota Gorontalo

“Dengan demikian, berdasarkan penalaran yang wajar, asumsi utamanya adalah SK kepanitiaan yang ditandatangani oleh Dekan FIS merupakan bukti bahwa seluruh kegiatan Diksar yang dilaksanakan oleh Mapala BTN sudah diketahui oleh pihak fakultas, bahkan telah disodorkan bantuan dana,” jelasnya. 

Tak hanya itu, keluarga juga menilai Tim Investigasi gagal mengungkap penyebab lebam dan bengkak di wajah serta leher Jeksen.

Mereka menuding pihak kampus masih menutup-nutupi fakta kekerasan yang dialami korban.

Atas berbagai catatan itu, keluarga dan Koalisi Antikekerasan menilai investigasi kampus hanya sebatas formalitas.

“Temuan ini mengindikasikan bahwa Tim Investigasi yang dibentuk oleh pihak kampus masih menutup-nutupi fakta dan berpihak bukan pada Jeksen sebagai korban tindak kekerasan,” tegas mereka. 

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved