Kecelakaan Remaja Gorontalo
Polisi Gorontalo Duga Kurang Konsentrasi Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Perlimaan Telaga
Alfahri Atalapu (17), warga Kabupaten Bone Bolango, tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Perlimaan Telaga, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/15102022_ETLE-Telaga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Alfahri Atalapu (17), warga Kabupaten Bone Bolango, tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Perlimaan Telaga, Provinsi Gorontalo.
Insiden ini terjadi pada Jumat (26/9/2025) sekira pukul 04.45 Wita.
Pihak kepolisian menduga kecelakaan maut di jalur penghubung vital Kota dan Kabupaten Gorontalo ini disebabkan oleh korban yang kurang konsentrasi saat berkendara.
Korban ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ia mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox warna kuning dengan nomor polisi DM 3370 JH, yang ditemukan dalam kondisi ringsek parah di bagian depan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Gorontalo Kota, Ipda Roy Y Pidu, menjelaskan bahwa hasil dugaan sementara mengarah pada faktor kelalaian pengendara.
“Korban mengalami luka serius dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Ipda Roy saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, pada Jumat (26/9/2025).
Polisi telah mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan barang bukti motor korban.
Saat ini, penyidik masih berupaya mendalami kronologi lengkap kecelakaan, termasuk dengan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
“Kami masih menyelidiki melalui rekaman CCTV di sekitar TKP, mengingat keluarga korban masih dalam suasana berduka sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut,” tambah Roy.
Baca juga: BREAKING NEWS: Remaja 17 Tahun Tewas Kecelakaan di Perlimaan Telaga Gorontalo
Perlimaan Telaga, Titik Rawan yang Menuntut Konsentrasi Tinggi
Kecelakaan ini kembali menyoroti tingkat kerawanan lalu lintas di Perlimaan Telaga.
Lokasi ini dikenal sebagai salah satu persimpangan paling vital dan tersibuk di Gorontalo.
Perlimaan Telaga berfungsi sebagai simpul utama yang menghubungkan Kota Gorontalo dengan Kabupaten Gorontalo.
Kawasan ini sangat padat, terutama saat jam sibuk (06.30 - 09.00 dan 16.00 - 18.00 Wita).
Persimpangan bercabang lima ini selalu menuntut konsentrasi tinggi dari pengendara.