Mapala Gorontalo Meninggal
Mahasiswa Gorontalo Meninggal usai Ikut Diksar Mapala, Senior Ungkap Kondisi Korban: Muka Bengkak
Sebelum meninggal dunia, MJ sempat dijemput oleh temannya, La Ode Amar, seorang senior di salah satu paguyuban mahasiswa.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/La-Ode-rekan-Mohamad-Jeksen.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Kabar duka menyelimuti Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Seorang mahasiswa semester 3 Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Muhamad Jeksen (MJ), meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) pada Senin (22/9/2025).
Sebelum meninggal dunia, MJ sempat dijemput oleh temannya, La Ode Amar, senior Jeksen di salah satu paguyuban mahasiswa.
Amar menceritakan detik-detik dirinya menerima permintaan dari korban untuk diantar ke rumah sakit.
"Jemput saya, Kak. Saya sakit, bawa saya ke rumah sakit," ucap Amar menirukan pesan MJ yang diterimanya sekitar pukul 20.00-21.00 Wita, Minggu malam.
Awalnya Amar mengira MJ hanya sakit ringan, mungkin luka atau lecet akibat kegiatan lapangan. Namun, pandangannya berubah saat menjemput MJ di sekretariat Mapala.
"Mukanya bengkak sudah tidak berbentuk," ungkap Amar.
Menurutnya, kondisi korban sangat memprihatinkan, dengan bengkak yang menjalar dari pipi hingga leher. MJ bahkan kesulitan berbicara dan hanya bisa berkomunikasi melalui tulisan di ponsel.
"Jadi dia bicara tinggal diketik di HP," ujar Amar.
Korban pertama kali dibawa ke RS Bunda, tetapi karena ruang perawatan penuh, ia dipindahkan ke RS Aloei Saboe Gorontalo dan tiba sekitar pukul 22.00 Wita.
Amar sempat menanyakan penyebab luka yang dialami MJ. Namun, jawaban korban justru membuatnya heran.
"Saya sempat tanya, katanya terbentur," kata Amar.
Amar kemudian mengetahui bahwa MJ ternyata memiliki penyakit bawaan hemofilia sejak kecil. Penyakit ini membuat tubuhnya sangat rentan, sehingga benturan kecil saja bisa berakibat fatal.
Ia mengaku kaget saat pagi harinya mendapat kabar bahwa korban telah meninggal dunia sekitar pukul 07.00 Wita.
"Saya kaget, baru subuh saya kembali, ternyata sudah ada informasi yang bersangkutan meninggal," tutur Amar dengan nada berduka.
Informasi terakhir, jenazah MJ rencananya akan diautopsi. Sementara itu, kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan dari Muna, Sulawesi Tenggara, menuju Gorontalo.
Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Muhamad Jeksen Mengeluh Sakit saat Diksar Mapala Gorontalo
Mumahad Jeksen sempat mengeluh sakit
Menurut Ali Rajab, kerabat dekat korban, Muhamad Jeksen (MJ) sudah mengeluhkan sakit saat mengikuti diksar tersebut.
Karena kondisi fisiknya tidak lagi mampu, MJ lantas meminta dijemput oleh kawan-kawan paguyubannya dari lokasi diksar.
"Sejak semalam dijemput dari lokasi diksar, lalu meninggal Senin pagi ini," kata Ali, yang saat dihubungi TribunGorontalo.com, Senin (22/9/2025).
Ali tidak merinci penyakit yang diderita MJ. Ia hanya menyebutkan bahwa korban dijemput dalam kondisi sudah sakit.
Saat ini, pihak TribunGorontalo.com sedang berupaya mengonfirmasi informasi ini kepada pihak keluarga, kampus, dan panitia diksar. Dikabarkan, dekan FIS beserta jajarannya sudah menjenguk MJ di rumah sakit.
Tujuan Pelaksanaan Diksar Mapala
Diksar Mapala adalah kegiatan orientasi bagi calon anggota baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala.
Tujuannya adalah membentuk individu yang tangguh secara fisik dan mental, memiliki keterampilan alam, serta menumbuhkan jiwa keorganisasian dan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
Beberapa tujuan dan kegiatan penting dalam diksar meliputi:
Pembentukan Mental dan Fisik
Melatih ketahanan fisik dan mental agar mampu bertahan di kondisi alam bebas.
Pengembangan Keterampilan Alam
Mengajarkan kemampuan dasar seperti membuat tempat perlindungan dan navigasi.
Peningkatan Solidaritas
Membangun kerja sama dan saling membantu antar anggota.
Penyelenggara diksar wajib memperhatikan aspek keselamatan peserta secara ketat. Hal ini mencakup pemeriksaan kesehatan, asuransi, dan prosedur operasional yang jelas untuk mencapai target "zero accident".
Pihak universitas juga diharapkan meningkatkan pengawasan untuk menjamin mutu dan keamanan pelaksanaan diksar, serta menyeragamkan kurikulum agar kasus tragis akibat kelalaian atau penyakit bawaan tidak terulang kembali.
(tribungorontalo.com/*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.