Minggu, 15 Maret 2026

Mapala Gorontalo Meninggal

Mahasiswa Gorontalo Meninggal usai Ikut Diksar Mapala, Senior Ungkap Kondisi Korban: Muka Bengkak

Sebelum meninggal dunia, MJ sempat dijemput oleh temannya, La Ode Amar, seorang senior di salah satu paguyuban mahasiswa.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Mahasiswa Gorontalo Meninggal usai Ikut Diksar Mapala, Senior Ungkap Kondisi Korban: Muka Bengkak
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
CERITA SENIOR -- La Ode Amar, rekan Mohamad Jeksen saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (22/9/2025). La Ode menceritakan kondisi Jeksen saat meninggal dunia. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kabar duka menyelimuti Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Seorang mahasiswa semester 3 Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Muhamad Jeksen (MJ), meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) pada Senin (22/9/2025).

Sebelum meninggal dunia, MJ sempat dijemput oleh temannya, La Ode Amar, senior Jeksen di salah satu paguyuban mahasiswa. 

Amar menceritakan detik-detik dirinya menerima permintaan dari korban untuk diantar ke rumah sakit.

"Jemput saya, Kak. Saya sakit, bawa saya ke rumah sakit," ucap Amar menirukan pesan MJ yang diterimanya sekitar pukul 20.00-21.00 Wita, Minggu malam.

Awalnya Amar mengira MJ hanya sakit ringan, mungkin luka atau lecet akibat kegiatan lapangan. Namun, pandangannya berubah saat menjemput MJ di sekretariat Mapala.

"Mukanya bengkak sudah tidak berbentuk," ungkap Amar.

Menurutnya, kondisi korban sangat memprihatinkan, dengan bengkak yang menjalar dari pipi hingga leher. MJ bahkan kesulitan berbicara dan hanya bisa berkomunikasi melalui tulisan di ponsel.

"Jadi dia bicara tinggal diketik di HP," ujar Amar.

Korban pertama kali dibawa ke RS Bunda, tetapi karena ruang perawatan penuh, ia dipindahkan ke RS Aloei Saboe Gorontalo dan tiba sekitar pukul 22.00 Wita.

Amar sempat menanyakan penyebab luka yang dialami MJ. Namun, jawaban korban justru membuatnya heran.

"Saya sempat tanya, katanya terbentur," kata Amar.

Amar kemudian mengetahui bahwa MJ ternyata memiliki penyakit bawaan hemofilia sejak kecil. Penyakit ini membuat tubuhnya sangat rentan, sehingga benturan kecil saja bisa berakibat fatal.

Ia mengaku kaget saat pagi harinya mendapat kabar bahwa korban telah meninggal dunia sekitar pukul 07.00 Wita.

"Saya kaget, baru subuh saya kembali, ternyata sudah ada informasi yang bersangkutan meninggal," tutur Amar dengan nada berduka.

Informasi terakhir, jenazah MJ rencananya akan diautopsi. Sementara itu, kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan dari Muna, Sulawesi Tenggara, menuju Gorontalo.

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Muhamad Jeksen Mengeluh Sakit saat Diksar Mapala Gorontalo

Mumahad Jeksen sempat mengeluh sakit

MAPALA MENINGGAL -- Dekan FIS beserta jajaran menjenguk Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa yang disebut-sebut meninggal saat diksar Mapala.
MAPALA MENINGGAL -- Dekan FIS beserta jajaran menjenguk Muhamad Jeksen (MJ), mahasiswa yang disebut-sebut meninggal saat diksar Mapala. (HO/TribunGorontalo.com)

Menurut Ali Rajab, kerabat dekat korban, Muhamad Jeksen (MJ)  sudah mengeluhkan sakit saat mengikuti diksar tersebut.

Karena kondisi fisiknya tidak lagi mampu, MJ lantas meminta dijemput oleh kawan-kawan paguyubannya dari lokasi diksar.

"Sejak semalam dijemput dari lokasi diksar, lalu meninggal Senin pagi ini," kata Ali, yang saat dihubungi TribunGorontalo.com, Senin (22/9/2025).

Ali tidak merinci penyakit yang diderita MJ. Ia hanya menyebutkan bahwa korban dijemput dalam kondisi sudah sakit.

Saat ini, pihak TribunGorontalo.com sedang berupaya mengonfirmasi informasi ini kepada pihak keluarga, kampus, dan panitia diksar. Dikabarkan, dekan FIS beserta jajarannya sudah menjenguk MJ di rumah sakit. 

Tujuan Pelaksanaan Diksar Mapala

Diksar Mapala adalah kegiatan orientasi bagi calon anggota baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala.

Tujuannya adalah membentuk individu yang tangguh secara fisik dan mental, memiliki keterampilan alam, serta menumbuhkan jiwa keorganisasian dan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Beberapa tujuan dan kegiatan penting dalam diksar meliputi:

Pembentukan Mental dan Fisik

Melatih ketahanan fisik dan mental agar mampu bertahan di kondisi alam bebas.

Pengembangan Keterampilan Alam

Mengajarkan kemampuan dasar seperti membuat tempat perlindungan dan navigasi.

Peningkatan Solidaritas

Membangun kerja sama dan saling membantu antar anggota.

Penyelenggara diksar wajib memperhatikan aspek keselamatan peserta secara ketat. Hal ini mencakup pemeriksaan kesehatan, asuransi, dan prosedur operasional yang jelas untuk mencapai target "zero accident".

Pihak universitas juga diharapkan meningkatkan pengawasan untuk menjamin mutu dan keamanan pelaksanaan diksar, serta menyeragamkan kurikulum agar kasus tragis akibat kelalaian atau penyakit bawaan tidak terulang kembali.

 

(tribungorontalo.com/*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved