Berita Populer Gorontalo
3 Populer Gorontalo Jumat 19 Sept 2025: Habib Jafar ke Hiu Paus hingga Viral Pelayanan Puskesmas
3 Berita Populer Gorontalo Jumat 19 September 2025: Habib Jafar Hiu Paus Botubarani hingga Keluhan Pelayanan Puskesmas Dungaliyo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HABIB-JAFAR-Husein-bin-Jafar-Al-Hadar-datang-ke-Destinasi-Wisata-Hiu-Paus-Botubarani.jpg)
Puncak kekecewaannya terjadi di apotek, di mana ia kembali menunggu lama.
"Setelah menunggu lama, malah ditanya lagi apakah saya sudah diperiksa dokter. Karena kesal, saya akhirnya memilih pulang tanpa membawa obat," jelas Afliani.
Menanggapi keluhan ini, Kepala Puskesmas Dungaliyo, Sudirman M Umar, memberikan klarifikasi. Ia membantah pasien diabaikan, menjelaskan bahwa Afliani datang pada pukul 09.49 Wita dan langsung masuk antrean klaster tiga (kelompok pasien dewasa).
"Di klaster tiga pasien memang banyak, baik yang dirujuk maupun berobat biasa. Jadi pasien tetap dilayani, hanya saja harus menunggu giliran. Kami sudah menggunakan sistem rekam medik elektronik (RME), sehingga semua harus antre," kata Sudirman saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Kamis.
Terkait dugaan dokter marah, Sudirman menegaskan itu hanya soal gaya komunikasi.
"Dokter tidak marah. Nada bicaranya memang begitu, beliau sudah lama bertugas di sini," ujarnya.
Mengenai stik pemeriksaan yang disebut habis, Sudirman membenarkan stok di laboratorium kosong, namun stik sebenarnya tersedia di ruangan Program Penyakit Tidak Menular (PTM).
"Waktu petugas hendak mengambil stik, pasien sudah terlanjur ke apotek. Karena itu, resep dari dokter belum sempat diinput," jelasnya.
Secara terpisah, dokter yang menangani pasien, Windy Tjoe, juga membantah niat untuk membentak.
"Saya bukan marah-marah. Mungkin nada suara atau gaya komunikasi saya yang dianggap kurang menyenangkan. Saya hanya mensupport ibu itu, saya bilang, ibu harus kuat, harus makan karena punya dua anak kecil. Jadi tidak ada niat saya membentak," tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ismail T Akase, mengakui bahwa keluhan masyarakat adalah hal yang wajar dalam layanan publik.
"Ini menjadi hal yang harus kita evaluasi juga untuk perbaikan ke depan. Teman-teman sudah turun ke sana dalam rangka melakukan investigasi," kata Ismail.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi tenaga kesehatan dengan pasien.
"Komunikasi itu penting, karena pasien yang datang sudah dalam kondisi sakit dan lemah. Kami akan evaluasi hal ini agar pelayanan benar-benar bisa dirasakan baik oleh masyarakat," tegasnya.
3). DLH Gorontalo Pastikan Tanggung Biaya Perawatan Petugas Kebersihan yang Alami Kecelakaan Kerja
Berita Populer Gorontalo
Habib Jafar di Gorontalo
Wisata Hiu Paus Botubarani
Puskesmas Dungaliyo
Husein bin Jafar Al Hadar
| 7 GORONTALO POPULER: Pelantikan 171 Kepsek, 11 Tersangka Narkoba Pohuwato, Kebakaran SMPN 1 Batudaa |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Warga Sumatera Kagum Lihat Kokoo-Kronologi Kasus Pembunuhan Remaja 13 Tahun |
|
|---|
| Top 3 Berita Gorontalo: Nenek Tunanetra Mengeluh Bansos Terhenti hingga Bupati Murka ASN Terlambat |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Mayat Kos Terungkap, Jalan Ippot Tapa Berpasir, UNG Beri Beasiswa Penuh |
|
|---|
| GORONTALO POPULER: Rumah Dibobol Rp75 Juta Raib, Larangan Kandang Ayam, Hingga 268 Pejabat Dilantik |
|
|---|