Minggu, 8 Maret 2026

Berita Gorontalo Populer

3 Berita Populer Gorontalo 15 September: Kondisi Pengangkut Sampah hingga WNA Jatuh di Air Terjun

Ada berita petugas angkut sampat yang terpental setelah mengenai kabel listrik, ada WNa asala belanda yang jatuh di Air Terjun Lombongo.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto 3 Berita Populer Gorontalo 15 September: Kondisi Pengangkut Sampah hingga WNA Jatuh di Air Terjun
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KORBAN KECELAKAAN--Kondisi Ois Nusi, pekerja DLH Kota Gorontalo, yang mengalami kecelakaan saat mengangkut sampah, kini kritis di RSUD Aloe Saboe, Minggu (14/9/2025). Begini kronologi kecelakaannya 

TRIBUNGORONTALO.COM - 3 berita lokal Gorontalo yang populer di Tribun Gorontalo pada Senin 15 September 2025.

Ada berita petugas angkut sampat yang terpental setelah mengenai kabel listrik, ada WNa asala belanda yang jatuh di Air Terjun Lombongo.

Berikut  3 berita lokal Gorontalo  populer di Tribun Gorontalo, Senin 15 September 2025: 

1.Kronologi Ois Nusi, Petugas Angkut Sampah Kota Gorontalo Kritis, Tubuhnya Sampai Terpental di Aspal

KORBAN KECELAKAAN--Kondisi Ois Nusi, pekerja DLH Kota Gorontalo, yang mengalami kecelakaan saat mengangkut sampah, kini kritis di RSUD Aloe Saboe, Minggu (14/9/2025).
KORBAN KECELAKAAN--Kondisi Ois Nusi, pekerja DLH Kota Gorontalo, yang mengalami kecelakaan saat mengangkut sampah, kini kritis di RSUD Aloe Saboe, Minggu (14/9/2025). (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Ois Nusi (24) seorang petugas angkut sampah di Kota Gorontalo mengalami kecelakaan saat tengah bertugas, Minggu (14/9/2025).

Kejadian naas itu bermula saat Ois bersama rekan-rekannya sedang dalam perjalanan menuju wilayah Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Sebagai pengangkut sampah, mereka setiap hari menempuh rute panjang sambil mengangkat beban berat dan menghadapi berbagai risiko di jalan. 

Meski penuh tantangan, tugas mereka krusial untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kota.

Mereka memulai aktivitas kerja sejak pukul 06.00 Wita, menyusuri jalanan di Kota Gorontalo dengan semangat.

Semuanya berjalan lancar hingga tiba di simpang tiga yang menghubungkan Jalan Kalimantan dan Madura, kecelakaan pun terjadi.

Ois yang berdiri di belakang mobil pengangkut sampah tidak menyadari adalnya kabel listrik yang melintang di jalan.

Posisi tersebut sangat berbahaya karena rawan terjatuh atau tertabrak benda di jalan.

Teman-temannya pun sudah sempat berteriak, tapi Ois tidak sempat mendengar.

Akhirnya kabel pun mengenai tepat di tubuh korban dan membuatnya terjatuh.

Tubuhnya bahkan sempat terpental di aspal, mengakibatkan luka parah di kepala dan leher, membuat kondisinya kritis dan belum sadarkan diri hingga kini.

“Sempat kami ingatkan ada kabel, tapi dia tidak dengar. Akhirnya kabel itu mengenai tubuhnya,” ungkap Nata, salah satu rekan kerjanya kepada Tribun Gorontalo, Minggu (14/9/2025).

Korban pun langsung dilarikan di Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Aloe Saboe, Jalan Prof Aloe Saboe, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo untuk mendapatkan perawatan intensif.

Saat ini, kondisi korban terkulai lemas dengan bantuan oksigen melalui selang di hidung,

Selang oksigen membantu paru-paru bekerja lebih ringan, menjaga kadar oksigen dalam darah tetap aman, dan mencegah sesak napas atau kerusakan organ akibat kurang oksigen.

Monitor medis juga terpasang pada tubuh Ois untuk memantau kondisi vitalnya secara real-time. 

Alat ini membantu tenaga medis melihat detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan korban, sehingga setiap perubahan yang membahayakan bisa segera ditangani. 

Pemantauan ini menjadi sangat penting mengingat luka serius yang diderita Ois di kepala dan leher, guna memastikan ia tetap stabil dan mendapatkan perawatan tepat waktu.

Keluarga terlihat sangat khawatir dan berharap kondisi Ois segera membaik.

Mereka juga berharap doa dari masyarakat agar Ois bisa pulih kembali dan kembali menjalankan tugasnya.

2. Turis Jatuh di Air Terjun Lombongo, Basarnas Gorontalo Beri Peringatan Penting bagi Wisatawan

KORBAN  ARTER--Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda bernama Johannes (68) sudah dibawa di RSUD Aloe Saboe Kota Gorontalo di bagian IGD, Sabtu malam (13/9/2025). Sumber foto: TribunGorontalo. com/Jefri Potabuga.
KORBAN ARTER--Seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda bernama Johannes (68) sudah dibawa di RSUD Aloe Saboe Kota Gorontalo di bagian IGD, Sabtu malam (13/9/2025). Sumber foto: TribunGorontalo. com/Jefri Potabuga. (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Johannes Antonie Hengeveld (68), turis asal Belanda, mengalami kecelakaan serius di Air Terjun Lombongo, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. 

Ia datang bersama rombongan 19 orang lainnya dan seorang pemandu wisata.

Saat sedang berfoto, Johannes terpeleset di atas batu besar setinggi sekitar satu meter dan jatuh ke air.

Akibatnya, Johannes mengalami patah tulang di paha kiri dan luka memar di siku tangan kanannya.

Kecelakaan ini dilaporkan ke Kantor SAR Gorontalo pada pukul 11.00 Wita. Namun, proses evakuasi baru dapat dimulai sekitar pukul 14.30 Wita. 

Kondisi korban yang patah tulang, ditambah medan yang sulit, licin, dan hujan deras, membuat evakuasi berlangsung alot dan memakan waktu hampir delapan jam.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Sabhara Polda Gorontalo, dan masyarakat setempat berjuang mengevakuasi Johannes.

Jarak dari posko ke air terjun sejatinya hanya lima kilometer. Hanya saja, jalur yang menantang dengan kontur perbukitan, bebatuan licin, dan enam kali penyeberangan sungai menjadi kendala utama.

Johannes akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi pada pukul 21.55 Wita dan langsung dilarikan ke RSUD Aloei Saboe untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menyikapi insiden ini, Kepala Kantor SAR Gorontalo, Heriyanto, mengeluarkan peringatan penting bagi para wisatawan dan pemandu.

Ia menekankan perlunya kewaspadaan ekstra saat berwisata di kawasan alam, terutama saat kondisi cuaca buruk.

Heriyanto mengingatkan bahwa insiden serupa pernah terjadi tahun lalu, sehingga kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan bahayanya medan di Air Terjun Lombongo.

Ia berharap para pengunjung dapat lebih berhati-hati agar kecelakaan serupa tidak terulang kembali.

Menurut keterangan dari seorang pemandu rombongan, Arung, Johannes adalah bagian dari 20 WNA asal Belanda yang tiba di Bandara Internasional Manado.

Rombongan itu berniat melakukan tur wisata ke beberapa tempat di Pulau Sulawesi, termasuk Manado, Kotamobagu, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Kepala Pos Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) Desa Lombongo, Ferdy Podungge, menjelaskan bahwa rombongan wisatawan memulai perjalanan dari pemandian air panas sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka tiba di lokasi air terjun sekitar pukul 12.00 Wita.

Saat berada di lokasi, korban dan rombongan sempat berfoto. Namun, nahas menimpa Johannes saat ia berjalan di atas sebuah batu besar setinggi kurang lebih 1 meter, terpeleset, dan jatuh ke air. 

Akibatnya, Johannes mengalami patah tulang di paha kiri dan luka memar di siku tangan kanan.

Proses evakuasi korban berlangsung alot dan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. 

Johannes dievakuasi menggunakan tandu oleh personel gabungan, termasuk Basarnas Provinsi Gorontalo, Sar Dit Sabhara Polda Gorontalo, dan masyarakat setempat. 

Korban, yang saat itu didampingi istrinya, Martina Jacoba Maria, akhirnya berhasil dibawa keluar lokasi pada pukul 21.55 Wita. 

Korban langsung dilarikan menggunakan ambulans ke RSUD Aloei Saboe untuk penanganan medis lebih lanjut.

3. Pemprov Gorontalo Siapkan Pembangunan Islamic Center, Groundbreaking Ditargetkan Tahun Ini

RAPAT -- Suasana rapat pembahasan pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Center yang dipimpin oleh Gubernur Gusnar Ismail di rumah jabatan gubernur, Jumat (12/9/2025).
RAPAT -- Suasana rapat pembahasan pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Center yang dipimpin oleh Gubernur Gusnar Ismail di rumah jabatan gubernur, Jumat (12/9/2025). (Valen)

Pemerintah Provinsi Gorontalo semakin serius merealisasikan rencana pembangunan Islamic Center. 

Menurut Kepala Bappeda Gorontalo yang juga pengurus Yayasan Islamic Center, Wahyudin Katili, persiapan matang sedang dilakukan, mulai dari penentuan lahan hingga desain.

Pertemuan intensif dengan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menjadi bagian dari upaya percepatan ini.

"Alhamdulillah progresnya lumayan baik, terutama pada aspek konsolidasi," kata Wahyudin usai bertemu dengan Gubernur Gorontalo pada Jumat (12/9/2025). 

Meskipun lokasi final belum ditentukan, Wahyudin menyebut pemerintah dan yayasan tidak akan membangun di pusat Kota Gorontalo karena sudah terlalu padat.

Pilihan lokasi kini mengerucut ke Kabupaten Bone Bolango atau Kabupaten Gorontalo. Rencananya, lahan yang dipilih akan memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi melalui skema wakaf.

Pembangunan saat ini masih didukung dana sumbangan ASN Pemprov Gorontalo yang sudah terkumpul Rp3 miliar. Namun, Wahyudin menyatakan bahwa mereka terbuka untuk sumber pendanaan lain, seperti hibah dan CSR.

Wahyudin berharap groundbreaking atau peletakan batu pertama dapat dilakukan tahun ini. 

Tahap ini akan menjadi titik penting karena setelahnya, proses pembangunan akan langsung dilelang dan membuka partisipasi yang lebih luas dari masyarakat dan pihak-pihak terkait.

Pemerintah Provinsi Gorontalo sendiri akan fokus membangun kawasan destinasi terintegrasi, sementara Yayasan Islamic Center akan mengelola pembangunan khusus Islamic Center di dalamnya.

Dengan skema ini, proses pembangunan diharapkan dapat berjalan secara paralel, mempercepat realisasi proyek ini. (*/TribunGorontalo.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 08 Maret 2026 (18 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved