Minggu, 15 Maret 2026

Sekolah Rakyat Gorontalo

Siswa Sekolah Rakyat Gorontalo di Boalemo Mulai Masuk Kelas Akhir September 2025 Ini

Sekolah rakyat rintisan di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, segera memulai kegiatan belajar mengajar.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Siswa Sekolah Rakyat Gorontalo di Boalemo Mulai Masuk Kelas Akhir September 2025 Ini
TribunGorontalo.com
LEGENDA -- Peta sekolah Rakyat Gorontalo di Boalemo. Kini akhir September 2025 bakal segera beroperasi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sekolah rakyat rintisan di Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, segera memulai kegiatan belajar mengajar.

Setelah melalui tahap renovasi, sekolah yang ditujukan bagi anak-anak putus sekolah maupun terkendala biaya ini akan resmi menerima siswa pada akhir September 2025.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, saat meninjau langsung perkembangan sekolah rakyat pada Rabu (10/9/2025), memastikan bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) akan dimulai pada 30 September.

“Pembangunannya sudah cukup bagus. Insya Allah di tanggal 30 September, sudah mulai masa pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Idah.

Saat ini sekolah rakyat tersebut telah menyiapkan dua rombongan belajar (rombel) tingkat SMP dan satu rombel tingkat SD dengan total sekitar 25 siswa.

Selain itu, dukungan tenaga pengajar juga tersedia, dengan 13 guru yang telah diangkat sebagai PNS oleh Kementerian Sosial, termasuk seorang kepala sekolah hasil seleksi dari delapan kandidat.

Renovasi sekolah rakyat rintisan ini menelan anggaran Rp 388 juta. Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Boalemo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo, Sherman Moridu, menyebut kehadiran sekolah rakyat menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan di daerah.

“Alhamdulillah sekolah rakyat ini sangat didukung oleh Pemprov Gorontalo,” katanya.

Dalam jangka panjang, sekolah rakyat ditargetkan bisa menampung hingga 1.000 siswa melalui 36 rombel, terdiri dari 18 rombel SD, 9 SMP, dan 9 SMA.

Boalemo menjadi daerah pertama di Gorontalo yang menghadirkan rintisan sekolah rakyat.

Dalam enam bulan mendatang, program serupa juga direncanakan hadir di Kecamatan Wonosari. 

Sekolah Rakyat Diinisiasi Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi titik awal terwujudnya harapan baru bagi anak-anak bangsa.

Dalam arahannya kepada para guru dan kepala Sekolah Rakyat pada Jumat, 22 Agustus 2025, Kepala Negara menyampaikan bahwa dalam waktu yang tidak lama sebanyak 100 lebih Sekolah Rakyat telah beroperasi.

“Tapi kita buktikan, yang tidak pernah diduga hari ini 100 sekolah sudah berdiri, sudah beroperasi, sudah kelihatan gagah-gagah semua ini. Banyak senyumnya, saya lihat mata mereka penuh dengan percaya diri. Saya terima kasih, dan tadi saya besar hati testimoni dari beberapa siswa yang masuk program ini,” ujar Presiden di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta.

Presiden Prabowo menekankan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi sebagian rakyat yang masih berjuang menikmati arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

Sekolah Rakyat, menurut Presiden, menjadi jawaban untuk mewujudkan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya dalam mengakses pendidikan.

“Yang jelas kita sudah mulai melihat titik-titik harapan. Kita sudah melihat cerahnya anak-anak yang mungkin tadinya risau apa yang akan terjadi,” ucapnya.

Kepada para guru dan kepala sekolah rakyat, Presiden pun menitipkan pesan mendalam agar terus menjalankan tugas mulia mendidik generasi penerus bangsa.

“Bina anak didikmu, didik mereka dengan baik. Beri harapan kepada mereka, bantu mereka, buat mereka gembira. Jangan buat mereka pesimis, buat mereka gembira. Bangsa Indonesia berani dan harus gembira,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI dan Polri, yang telah mendukung terwujudnya penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Tidak hanya itu, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia, salah satunya dengan perbaikan sekolah di daerah.

“Kita akan mencapai cita-cita kebangkitan bangsa Indonesia. Jangan pernah ragu, jangan pernah menyerah, jangan pernah kecil hati, jangan pernah melecehkan pemimpin-pemimpin kita sendiri. Jangan pernah menghina orang tua kita sendiri,” ujar Presiden.

Menutup arahannya, Presiden kembali mengingatkan kepada para siswa tentang pentingnya penghormatan terhadap orang tua dan guru sebagai fondasi pembentukan karakter anak bangsa.

“Hormati orang tuamu, cintai orang tuamu, cium kaki ibumu. Jangan pernah kau rendah hati karena bapakmu kerja keras. Jangan sekali kau sedih karena orang tuamu masih belum makmur sekarang. Mereka, mereka bekerja keras untuk kalian. Hormati orang tuamu, cintai orang tuamu, hormati guru-gurumu,” tutupnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 15 Maret 2026 (25 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:29
Subuh 04:39
Zhuhr 12:00
‘Ashr 15:04
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved