Universitas Terbuka
Dies Natalis ke-41, UT Gorontalo Gelar Debat Bahasa Gorontalo, Ajak Pelajar Lestarikan Bahasa Daerah
niversitas Terbuka (UT) Gorontalo menggelar debat bahasa Gorontalo tingkat pelajar dengan tajuk "Ito Mongahu Mopobahasa Hulondalo".
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Universitas-Terbuka-UT-Gorontalo-menggelar-debat-bahasa-Gorontalo-5666.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO – Universitas Terbuka (UT) Gorontalo menggelar debat bahasa Gorontalo tingkat pelajar dengan tajuk : Ito Mongahu Mopobahasa Hulondalo.
Kegiatan ini berlangsung 5–7 September 2025 dan diikuti 16 Tim peserta dari 12 sekolah SMA/MA se-Provinsi Gorontalo.
Debat ini digelar untuk melestarikan bahasa dan budaya daerah sekaligus memperingati Dies Natalis ke-41 UT, yang jatuh pada 4 September 2025.
Koordinator Registrasi Pembelajaran dan Ujian UT Gorontalo, Yasir M. Pidu, mengatakan kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga jawaban atas tantangan globalisasi.
“Kegiatan ini adalah upaya menjawab tantangan globalisasi yang semakin kompleks, di mana bahasa-bahasa lokal semakin terpinggirkan oleh bahasa asing,” ujar Yasir, Jumat (5/9/2025).
Yasir menambahkan, pelaksanaan kegiatan di UT selalu melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun suasana akademik.
“Panitianya rata-rata dari organisasi mahasiswa. Kami dibantu oleh adik-adik mahasiswa. Ini merupakan tanggung jawab kami sebagai perguruan tinggi,” katanya.
Ia menjelaskan, UT sejak berdiri pada 1984 telah menjadi pelopor pendidikan tinggi jarak jauh di Indonesia. Model ini memungkinkan mahasiswa belajar lebih fleksibel tanpa batasan usia maupun tahun kelulusan.
“Terbuka itu artinya siapa saja bisa masuk di UT, berapa pun tahun ijazahnya, berapa pun usianya. Ada yang lulus SMA di usia 18–19 tahun, ada juga yang baru melanjutkan kuliah di usia lebih dewasa,” jelas Yasir.
Soal sistem “jarak jauh”, Yasir menyebut hal itu mengacu pada penggunaan media digital maupun cetak sebagai penghubung mahasiswa dengan dosen.
“Kalau ada layanan tatap muka, itu hanya tambahan yang kami sediakan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Yasir juga menyampaikan permohonan maaf karena Direktur UT Gorontalo, Safriansyah, tidak sempat hadir lantaran menghadiri undangan dari pusat.
“Dalam debat, kalah itu biasa. Jangan terlalu kecewa kalau kalah. Yang penting sportif,” tegasnya.
Kegiatan debat bahasa Gorontalo ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Since Ladji.
Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya wadah kompetisi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama melestarikan bahasa daerah.
“Panitia yang telah menggagas kegiatan ini tentu mendapat apresiasi. Kami dari Dinas Pendidikan wajib berterima kasih karena ini bagian dari tugas Dikbud dalam penyelamatan kebudayaan, termasuk bahasa daerah di Provinsi Gorontalo,” ujar Since.
Ia menambahkan, kegiatan yang diikuti pelajar di masa liburan ini dapat menjadi aktivitas positif dan berkualitas.
“Hari libur kita jadikan hari libur yang bermanfaat. Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, liburan sering hanya diisi dengan hal-hal yang kurang produktif,” jelasnya.
Since juga menekankan bahwa kompetisi ini menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan pada bahasa daerah.
“Anak-anak yang ikut kompetisi debat bahasa ini nantinya bisa memberi warna di setiap satuan pendidikan, dan menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa daerah,” tutupnya.
Latar Belakang Universitas Terbuka (UT)
Universitas Terbuka (UT) merupakan perguruan tinggi negeri yang berdiri sejak 1984 dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Saat ini, UT memiliki empat fakultas (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Sains dan Teknologi), serta program pascasarjana jenjang S2 dan S3. Secara keseluruhan, UT menyelenggarakan lebih dari 40 program studi.
Keuntungan kuliah di UT antara lain:
1) Biaya kuliah terjangkau, sekitar Rp1,3–Rp1,5 juta per semester tanpa uang gedung atau uang pangkal.
2) Fleksibilitas waktu dan lokasi, mahasiswa bisa belajar dari mana saja, baik lewat modul cetak maupun digital.
3) Tanpa batasan usia dan tahun kelulusan, sehingga terbuka bagi siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikan.
4) Jaringan luas, dengan Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) di seluruh Indonesia, termasuk di Gorontalo.
UT hadir sebagai solusi pendidikan tinggi yang bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat, dari lulusan SMA hingga pekerja profesional yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik. (***/Jefri)
| Universitas Terbuka Gelar UT Media Day 2025, Rektor Ali Muktiyanto Ungkap Mimpi Besarnya |
|
|---|
| Universitas Terbuka Media Day 2025: Kolaborasi Kokoh Bangun Pendidikan Tinggi Lebih Berdampak |
|
|---|
| Universitas Terbuka Gorontalo Berdayakan UMKM Lokal, Gandeng Mitra Melalui Pendampingan |
|
|---|
| UT Gorontalo Gelar Turnamen Tenis Lapangan CUP II, Ajang Promosi dan Perkuat Silaturahmi |
|
|---|
| Universitas Terbuka Gorontalo Gelar Seleksi Calon Pegawai Non PNS 2025, Jaring SDM Kompetitif |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.