Berita Gorontalo
Pohon Tumbang Rusak SMPN 1 Tilango Gorontalo, Kerugian Rp300 Juta dan Guru Masih Dirawat
Insiden tumbangnya pohon besar di SMP Negeri 1 Tilango, Desa Ilotidea, Kabupaten Gorontalo, menyisakan kerusakan berat dan korban luka.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/POHON-TUMBANG-Kondisi-ruang-kelas-SMP-Negeri-1-Tilango.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Insiden tumbangnya pohon besar di SMP Negeri 1 Tilango, Desa Ilotidea, Kabupaten Gorontalo, menyisakan kerusakan berat dan korban luka.
Dua ruang kelas jebol, plafon runtuh, serta meja dan kursi hancur akibat tertimpa batang pohon. Total kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.
Kepala sekolah, Sutirman Kaharu, menyebut angka tersebut berdasarkan perhitungan resmi dari pemerintah daerah.
“Berdasarkan perhitungan Pemda kemarin, itu sekitar Rp 300 juta, sekalian dengan kursi dan meja,” ujar Sutirman, Selasa (2/9/2025).
Meski dua ruang kelas rusak parah, aktivitas belajar tetap berlangsung.
Para siswa dipindahkan ke ruang tak terpakai dan laboratorium komputer sebagai solusi sementara.
“Rencana rehab ruang rusak, masih dimintai data oleh dinas,” jelas Sutirman.
Kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo di lokasi pasca kejadian disebut sebagai sinyal bahwa rehabilitasi akan segera dilakukan.
“Bupati yang sudah menginstruksikan Sekda, kebetulan ada kemarin. Dari pihak lingkungan hidup dan mungkin perencanaan pembangunan, itu sudah diwanti-wanti untuk segera memperbaiki ruang kelas,” tambahnya.
Selain kerusakan fisik, Sutirman juga menyoroti keberadaan pohon-pohon tinggi di sekitar sekolah yang dinilai berpotensi membahayakan.
“Sekolah berharap supaya (ada penanganan), justru pohon-pohon kelapa ini yang menjadi kekhawatiran kami,” ujarnya.
Siswa Mulai Pulih, Guru Matematika Masih Jalani Perawatan Serius
Pasca insiden, kondisi siswa perlahan membaik.
Dari 12 siswa yang sempat dirawat, tujuh telah kembali ke sekolah, sementara lima lainnya masih menjalani perawatan di Puskesmas Tilango.
“Mereka baik-baik saja, cuma tadi tetap dibawa ke puskes, karena di sana sudah disiapkan Pemda dokter psikolog,” jelas Sutirman.
Layanan psikolog yang disiapkan pemerintah daerah dinilai sangat membantu pemulihan mental siswa yang mengalami trauma.
Namun, kondisi berbeda dialami seorang guru matematika yang tertimpa plafon saat mengajar.