Minggu, 22 Maret 2026

Berita Viral

Kronologi Penyekapan Tragis: Niat Beli Mobil Berujung Disiksa Brutal Selama 2 Hari Penuh Teror

Niat beli mobil berujung mimpi buruk, empat korban disekap dan disiksa brutal selama 2 hari hingga terluka parah.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Kronologi Penyekapan Tragis: Niat Beli Mobil Berujung Disiksa Brutal Selama 2 Hari Penuh Teror
(KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)
PENYEKAPAN - Dua dari sembilan tersangka kasus penyekapan dan pemerasan di Pondok Aren saat ditangkap polisi. Ini Kronologinya 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Empat orang yang niatnya mau transaksi jual beli mobil mengalami peristiwa buruk.

Keempat orang itu disekap selama dua hari penuh.

Selain itu, mereka juga disiksa menggunakan berbagai alat hingga mengalami luka parah.

Dilansir dari Kompas.com, pasangan suami istri, Indra alias Riky dan Dessi Juwita, bersama dua rekannya, Nurul alias Ibenk serta Ajit Abdul Majid, menjadi korban penyekapan dengan modus jual beli mobil di Pondok Aren, Tangerang Selatan

Empat korban dirampas kemerdekaannya selama dua hari, mulai Sabtu (11/10/2025) hingga Senin (13/10/2025). 

Tiga pria mendapatkan siksaan berupa cambukan dari berbagai macam alat. 

Terbongkarnya kasus ini setelah Dessi berhasil melarikan diri dari tempat penyekapan pada Senin pukul 04.50 WIB dan melaporkannya ke Polda Metro Jaya. 

Polisi telah menangkap sembilan orang yang terdiri dari 8 pria dan 1 perempuan pada Senin malam. 

Mereka adalah MAM (41), Nunung (52), VS (33), HJE (25), S (35), APN (25), Z (34), I, dan MA (39). 

Mereka masih menjalani pemeriksaan secara intensif untuk mengetahui hubungan para pelaku, motif tindak pidana, dan lain-lain. 

Dijerat dengan Pasal 333 KUHP dan/atau Pasal 368 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara. 

Niat beli mobil 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, peristiwa bermula saat empat korban hendak bertemu Nunung di sebuah angkringan di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (11/10/2025) pukul 22.30 WIB. 

“Apa maksud tujuan pertemuan mereka? Adalah jual beli mobil, sebuah mobil tahun 2021. Kemudian korban itu membayar DP (Down Payment) Rp 49 juta dengan cara transfer ke rekening tersangka N,” kata Ade Ary di Polda Metro Jaya, Kamis (16/10/2025). 

Saat memesan makanan, Nunung datang bersama pelaku lainnya lalu tiba-tiba merampas ponsel dan tas milik para korban. 

“Tersangka N dan beberapa tersangka lainnya berteriak, ‘kooperatif! kooperatif!’ sambil langsung memasukkan keempat korban ke dalam mobil,” kata Ade Ary. 

Dalam hal ini, Ade Ary tidak menjelaskan apakah transfer tersebut dilakukan saat pertemuan atau sebelumnya. 

Ia juga tidak mengungkap alasan para pelaku tiba-tiba menculik korban. 

Saat berada di dalam mobil menuju rumah di Pondok Aren, mata para korban ditutup dengan kain hitam. 

“Setibanya di sana, dibuka tutup matanya oleh para pelaku, kemudian dimasukkan ke kamar di lantai dua,” ujar Ade Ary. 

Namun, Dessi justru diperintahkan keluar. 

Dari luar kamar, ia mendengar rintihan suaminya yang seperti sedang dicambuk oleh para pelaku. 

Cerita penyekapan 

Indra mengaku tidak tahu bagaimana nasibnya jika polisi tidak datang menyelamatkannya. 

“Kalau tidak ditemukan Resmob Polda Metro Jaya, tidak tahu nasib kami seperti apa,” ucap Indra. 

Selama disekap, mereka mengalami siksaan tanpa henti dari para pelaku, termasuk cambukan yang menyebabkan luka gores dan memar di punggung korban. 

“Kaki, paha juga, semua, bibir, kepala pada benjol. Kayak membabi buta,” ucap Indra. 

“Karena dipukul, karena dicambuki,” ujar Ajit menimpali. 

Menurut Indra, para pelaku menyiksa mereka secara bergantian dengan berbagai macam alat. 

“Ada yang pakai selang, ada yang pakai kabel, terus gantungan baju, hanger,” jelas Indra. 

“Pakai hanger yang kawat itu, dipukuli, dicambuk-cambuk semuanya badan yang belakang, pakai rokok gitu kan (disundut),” tambah dia. 

Nurul menyebut pelaku tidak mempunyai rasa kemanusiaan kepada para korban. 

“Kayak bukan manusia, bang. Saya kayak bukan manusia yang enggak dihargai, kayak hewan, saya ditendang,” tutur Nurul sambil menangis. (*)

 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved