Berita Nasional
Kurs Dolar Melonjak, Pedagang Bakso Terpaksa Kecilkan Porsi dan Kurangi Isi
Tekanan kenaikan harga bahan baku yang dirasakan pelaku usaha bakso dan mi ayam menjadi salah satu keluhan yang disampaikan kepada Presiden ke-7 RI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DOLAR-Gara-gara-nilai-tukar-golar-yang-melonjak-dampaknya-para-pengusaha.jpg)
Dalam pertemuan tersebut, Bambang mengatakan Jokowi turut menyoroti dampak situasi geopolitik global terhadap perekonomian, termasuk terhadap harga bahan baku yang digunakan pelaku UMKM.
"Pak Jokowi juga prihatin dengan kondisi perang di geopolitik di Timur Tengah ini. Yang menyebabkan dollar naik, dan distribusi tersendat, khususnya BBM, bahkan daging ini juga akan tersendat, gandum juga seperti itu," jelasnya.
Menurut Bambang, Jokowi meminta para pelaku usaha bakso dan mi ayam tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Ia menilai Jokowi selama ini memberikan perhatian terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama yang bergerak di sektor kuliner tradisional.
"Peran Pak Jokowi sangat mendukung bagaimana kemajuan para pelaku UMKM, khususnya produk-produk tradisional. Khususnya mi ayam bakso ini kan makanan khas Indonesia, jangan sampai makanan produk Indonesia ini kalah dengan produk-produk impor," ujarnya.
Soroti Persaingan dengan Gerai F&B Asing
Selain persoalan bahan baku, Sahabat Bakso Indonesia juga menyoroti semakin ketatnya persaingan usaha kuliner.
Bambang mengaku para pedagang menghadapi tantangan dari ekspansi ribuan gerai makanan dan minuman asing yang berkembang di berbagai daerah.
"Yang hari ini banyak menurut data BPS ada F&B yang dari China itu 4.000, yang sudah menjamur di seluruh Indonesia. Ini adalah lawan kita," katanya.
Karena itu, pihaknya berharap ada kebijakan yang dapat memberikan perlindungan bagi pelaku UMKM kuliner tradisional agar tetap mampu bersaing di tengah perkembangan industri makanan dan minuman yang semakin kompetitif.
"Beliau akan memperjuangkan untuk memberikan orang-orang yang bisa memproteksi dengan regulasi. Jangan sampai nanti pembatasan-pembatasan, misalnya kalau untuk makanan F&B ini kan yang dari China ini nanti kami batasi untuk melindungi UMKM-UMKM asli Indonesia," tuturnya. (*)