Rabu, 3 Juni 2026

Berita Nasional

MBG Bakal Tembus Arab Saudi? BGN Siapkan Program untuk Anak PMI di Jeddah

Arab Saudi menjadi negara pertama yang tengah dipertimbangkan sebagai lokasi pengembangan program tersebut, khususnya bagi anak-anak Indonesia

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto MBG Bakal Tembus Arab Saudi? BGN Siapkan Program untuk Anak PMI di Jeddah
TribunGorontalo.com
SURAT TERBUKA - Ikatan Dokter Anak Indonesia bersama UKK Nutrisi Penyakit Metabolik kirimkan surat terbuka untuk Kepala BGN Dadan Hindayana yang berencana akan berikan susu formula dalam program MBG2026. Tampak foto Dadan Hindayana Kepala BGN 

Meski demikian, BGN belum mengambil keputusan akhir terkait pelaksanaan MBG di Arab Saudi. Hasil kunjungan dan kajian lapangan akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo sebagai bahan pertimbangan.

Dadan mengatakan salah satu skema yang sedang dipelajari adalah pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Sekolah Indonesia Jeddah.

"Kami melakukan peninjauan terlebih dahulu dan hasilnya akan kami laporkan kepada Presiden untuk melihat kemungkinan pembentukan SPPG di Sekolah Indonesia Jeddah," ujarnya.

Apabila rencana tersebut memperoleh lampu hijau dari Presiden, Sekolah Indonesia Jeddah berpotensi menjadi sekolah Indonesia pertama di luar negeri yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Dadan, secara konsep pelaksanaan MBG di luar negeri tidak jauh berbeda dengan mekanisme yang diterapkan di Indonesia.

Namun karena program akan dijalankan di wilayah negara lain, diperlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Koordinasi tersebut antara lain melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Selain itu, pola kemitraan dalam operasional SPPG nantinya juga akan mengacu pada model yang saat ini diterapkan di Indonesia.

Untuk urusan menu makanan, BGN berencana menyesuaikannya dengan kondisi setempat.

Ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan menu.

Tidak menutup kemungkinan makanan yang disajikan merupakan kombinasi antara menu khas Indonesia dan hidangan lokal Timur Tengah.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi sekaligus sesuai dengan kebiasaan konsumsi mereka.

"Disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal," ujar Dadan.

(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved