Senin, 1 Juni 2026

Berita Viral Hari Ini

Ledakan Diduga Bom Perang Dunia II Misterius Guncang Biak Papua, Dugaan Masih Diselidiki

Lima warga dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan dahsyat yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ledakan Diduga Bom Perang Dunia II Misterius Guncang Biak Papua, Dugaan  Masih Diselidiki
TribunGorontalo.com
LEDAKAN -- Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan padat penduduk di sekitar Kompleks Pasar Ikan Biak, Papua, pada Minggu (31/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ledakan besar yang mengguncang kawasan pesisir Biak Numfor pada Minggu (31/5/2026) menewaskan lima warga dan menyebabkan tiga orang lainnya masih dalam pencarian.
  • Insiden tersebut juga merusak sedikitnya enam rumah warga, sementara aparat gabungan masih melakukan evakuasi dan penyelidikan di lokasi.
  • Polisi belum memastikan penyebab ledakan, meski muncul dugaan awal terkait bom peninggalan Perang Dunia II.

TRIBUNGORONTALO.COM -- Lima warga dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan dahsyat yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Minggu (31/5/2026).

Hingga Minggu malam, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga warga lainnya yang belum ditemukan pasca-insiden yang mengguncang kawasan pesisir tersebut.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi atau Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, empat dari lima warga yang meninggal dunia telah dievakuasi ke RSUD Biak dan satu korban lainnya ke RSAL Biak.

Baca juga: Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Gorontalo Kloter 28 dan 30 Sudah Ditetapkan, Ini Kepastiannya

“Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan, yang terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian,” kata Kombes Pol Cahyo Sukarnito dalam siaran pers tertulis, Minggu (31/5/2026) malam.

Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan cukup besar pada lingkungan sekitar. Sedikitnya enam unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat kuatnya gelombang kejut yang ditimbulkan.

“Petugas saat ini masih melakukan pendataan dan asesmen lebih lanjut, terhadap dampak material yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut,” ucapnya.

Sejak peristiwa terjadi, aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait terus berada di lokasi untuk melakukan pengamanan, pendataan korban, dan penyelidikan.

Informasi awal yang diperoleh di lapangan menyebutkan ledakan terjadi di area bawah salah satu rumah panggung di kompleks tersebut.

Tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk menemukan korban yang belum ditemukan sekaligus mengumpulkan barang bukti yang diperlukan dalam proses investigasi.

Peristiwa tersebut sebelumnya menggegerkan warga dan ramai diperbincangkan di media sosial setelah rekaman video amatir beredar luas.

Dalam video berdurasi 13 detik yang tersebar di berbagai platform, terlihat asap hitam pekat membubung tinggi ke udara disertai kobaran api yang menjulang lebih dari enam meter.

Ledakan itu juga melemparkan puing-puing bangunan ke sejumlah arah.

Berdasarkan dugaan sementara, ledakan diduga berasal dari bom aktif sisa peninggalan Perang Dunia II.

Namun demikian, aparat menegaskan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Di sisi lain, berkembang informasi di masyarakat yang mengaitkan ledakan dengan aktivitas pembuatan bom ikan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved