Jumat, 15 Mei 2026

Heboh Nasional

Heboh Video Pria Ngaku Nabi, Polisi dan Warga Datangi Rumahnya hingga Dibawa ke RSJ

Suasana di Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, mendadak ramai setelah beredar video

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Heboh Video Pria Ngaku Nabi, Polisi dan Warga Datangi Rumahnya hingga Dibawa ke RSJ
TribunGorontalo.com
NABI PALSU -- Seorang pria sampe didatangi polisi hingga warga gara-gara mengaku nabi di media sosial. Sebelum menmbulkan masalah, ia pun diamankan. 

Ringkasan Berita:
  • Seorang pria di Amuntai, Hulu Sungai Utara, membuat heboh usai mengunggah video berisi pengakuan dirinya sebagai nabi.
  • Polisi bersama tenaga kesehatan mendatangi rumah pria tersebut setelah warga mulai ramai berdatangan dan situasi memanas.
  • Setelah menjalani pemeriksaan awal di rumah sakit daerah, pria itu dirujuk ke RSJ Sambang Lihum karena diduga mengalami gangguan kejiwaan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana di Kelurahan Antasari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, mendadak ramai setelah beredar video seorang pria yang mengaku sebagai nabi.

Video tersebut cepat menyebar di media sosial dan memancing perhatian warga sekitar.

Pria berinisial MA itu akhirnya diamankan aparat kepolisian pada Senin (11/5/2026) untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Petugas dari Polsek Amuntai Tengah mendatangi rumah MA setelah menerima laporan keresahan masyarakat.

Baca juga: Progres Pembangunan Kantor Wali Kota Baru, Eks Terminal Andalas GorontaloMulai Rata dengan Tanah

Setibanya di lokasi, polisi melakukan pendekatan persuasif sambil berbicara dengan pihak keluarga mengenai kondisi pria tersebut.

Kapolsek Amuntai Tengah, Ipda Sulistono, mengatakan keluarga menyebut MA mulai berubah dalam beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, pria tersebut lebih sering mengurung diri dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

“Informasi dari keluarga, yang bersangkutan memang cenderung tertutup selama enam bulan terakhir,” ujar Sulistono.

Polisi sempat meminta MA menghapus video yang sudah terlanjur tersebar di media sosial.

Namun, permintaan itu awalnya tidak direspons karena MA merasa apa yang disampaikannya adalah benar.

Di sisi lain, warga sekitar mulai berdatangan ke lokasi sehingga suasana sempat tegang.

Petugas kemudian melakukan pengamanan agar kerumunan tidak bertindak berlebihan.

“Situasi sempat memanas karena banyak warga berkumpul, tapi akhirnya bisa dikendalikan,” katanya.

Setelah dilakukan pendekatan, MA akhirnya dibawa ke RSUD Pambalah Batung untuk menjalani pemeriksaan medis awal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved