Kecelakaan Bus di Muratara
Nama-nama Korban Kecelakaan Maut di Muratara, 2 Sopir Tewas Terbakar
Peristiwa kecelakaan yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan mobil tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-kecelakaan-maut-di-Muratara.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan antara Bus ALS dan mobil tangki BBM ini menyebabkan 16 orang meninggal dunia, termasuk sopir kedua kendaraan dan seorang kernet
- Insiden terjadi pada Rabu (6/5/2026) di Kecamatan Karang Jaya saat Bus ALS dari arah Lubuklinggau menuju Medan diduga hilang kendali setelah menghindari lubang
- Pihak kepolisian dan manajemen PT ALS masih berupaya mencocokkan data manifes penumpang dari Pool Semarang untuk mengidentifikasi 12 korban tewas lainnya
TRIBUNGORONTALO.COM – Peristiwa kecelakaan yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan mobil tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menyisakan duka mendalam.
Berdasarkan data terbaru, tercatat 16 orang meninggal dunia dalam peristiwa berdarah tersebut, termasuk dua sopir dari masing-masing armada yang tewas di lokasi kejadian.
Tragedi yang terjadi di Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (6/5/2026) siang itu, seketika mengubah arus lalu lintas menjadi lautan api.
Benturan keras antara bus dan tangki pengangkut minyak mentah mengakibatkan ledakan hebat yang menghanguskan hampir seluruh badan kendaraan.
Pihak kepolisian telah mengonfirmasi bahwa identitas dua sopir yang menjadi korban tewas adalah Alif (44), pengemudi Bus ALS asal Jawa Tengah, dan Ariyanto, pengemudi mobil tangki BBM milik PT Seleraya.
Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri saat api berkobar menyambar tumpahan bahan bakar.
Selain kedua pengemudi, seorang kernet bus bernama Saf (50) juga dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, dari pihak mobil tangki, seorang penumpang bernama Marlini turut menjadi korban tewas dalam kobaran api yang melahap kabin truk tersebut.
Suasana haru menyelimuti proses identifikasi para korban. Kepergian para kru transportasi ini meninggalkan luka yang tak terhapuskan bagi keluarga, terutama mengingat mereka tengah menjalankan tugas saat maut menjemput di lintasan Sumatera.
Laporan kepolisian merinci bahwa dari total 16 korban jiwa, 14 orang merupakan kru dan penumpang dari Bus ALS, sementara 2 orang lainnya berasal dari mobil tangki BBM. Sebagian besar korban meninggal dunia akibat luka bakar serius yang menyelimuti sekujur tubuh.
Hingga saat ini, tim medis dan kepolisian masih terus bekerja keras untuk mengidentifikasi korban lainnya yang belum terdata secara lengkap di manifes perjalanan. Luka bakar yang cukup parah menjadi kendala utama dalam proses mengenali identitas para penumpang bus secara fisik.
Di sisi lain, empat orang dilaporkan berhasil selamat dari maut meski mengalami luka-luka. Mereka kini tengah mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Karang Jaya, dengan rincian tiga orang mengalami luka bakar serius dan satu orang mengalami luka lecet.
Baca juga: Bus ALS Tabrak Tangki BBM di Muratara, 16 Orang Kehilangan Nyawa
Daftar Identitas Korban dan Kesaksian Keluarga
Penyelidikan sementara mengungkap sosok Ariyanto sebagai tulang punggung keluarga yang gigih. Warga Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir ini, meninggalkan tiga orang anak; dua orang sudah menginjak usia dewasa dan satu orang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Istri korban, Usbapermi, tampak sangat terpukul saat ditemui di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau. Dengan mata yang sembab, ia tak kuasa menahan getirnya kenyataan bahwa suaminya pulang dalam keadaan tak bernyawa setelah berpamitan untuk bekerja.