tIM sar
8 Orang di Dalam, Helikopter PK-CFX Hilang di Pedalaman Sekadau
Operasi pencarian langsung digelar setelah sebuah helikopter dengan registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah pedalaman Kabupaten
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENCARIAN-Tim-sar-melakukan-persiapan-untuk-menuju-lokasi-pencarian.jpg)
Ringkasan Berita:
- Helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak lima menit setelah lepas landas dari Melawi menuju Kubu Raya.
- Titik terakhir komunikasi berada di wilayah Desa Tapang Tingang, Sekadau, Kalimantan Barat.
- Tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk mencari helikopter yang membawa delapan orang tersebut.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Operasi pencarian langsung digelar setelah sebuah helikopter dengan registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).
Informasi awal mengenai insiden ini diterima Kantor SAR Pontianak dari AirNav sekitar pukul 10.40 WIB.
Laporan tersebut menyebutkan helikopter kehilangan komunikasi saat melintas di kawasan Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR segera dikerahkan menuju lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan helikopter.
Baca juga: Pemkab Bone Bolango Perkuat Sinergi dengan Kejati Gorontalo, Cegah Kejahatan dari Akar Rumput
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, memastikan bahwa personel telah diberangkatkan untuk mempercepat proses pencarian.
“Benar, saat ini kami sudah mengirimkan 20 personel menuju ke lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan data koordinat awal, lokasi yang menjadi fokus pencarian berada di titik 00°12'00" LS dan 110°44'00" BT.
Area tersebut berjarak sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.
Helikopter milik PT Matthew Air itu diketahui sedang menjalankan penerbangan dari wilayah Melawi menuju Kubu Raya atau Pontianak. Pesawat lepas landas sekitar pukul 08.34 WIB.
Namun, tidak lama setelah terbang, tepatnya sekitar pukul 08.39 WIB, komunikasi dengan helikopter terputus.
Titik terakhir sinyal berada di wilayah yang sama, yakni Desa Tapang Tingang.
Tim SAR dari Sintang menjadi yang pertama bergerak ke lokasi, kemudian diperkuat oleh tambahan personel dari Pontianak.
Operasi pencarian juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD hingga Basarnas.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai kondisi helikopter maupun seluruh penumpang di dalamnya.