Berita Nasional
Tak Terima Aib Dibongkar, Pria Tikam Mantan Istri hingga Dirawat Intensif
Seorang perempuan berinisial NS (49) harus mendapatkan perawatan intensif setelah menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan oleh mantan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TERDUGA-PELAKU-Seorang-pria-yang-jadi-pelaku-penikaman-terhadap-istrinya.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang perempuan di Lampung Tengah menjadi korban penikaman yang dilakukan mantan suaminya akibat motif sakit hati.
- Korban mengalami luka serius saat berusaha menangkis serangan dengan tangan kosong dan kini menjalani perawatan intensif.
- Pelaku telah ditangkap dan ditahan, sementara polisi mengimbau masyarakat menghindari kekerasan dalam menyelesaikan konflik.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang perempuan berinisial NS (49) harus mendapatkan perawatan intensif setelah menjadi korban penikaman yang diduga dilakukan oleh mantan suaminya sendiri, W (41).
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (7/4/2026) malam di kediaman korban, Kampung Bandar Sakti, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.
Korban kini dirawat di Rumah Sakit Yukum Medical Centre (YMC) akibat luka serius yang dideritanya.
Kapolsek Terusan Nunyai AKP Daniel Hamidi mengungkapkan bahwa aksi pelaku dipicu oleh rasa sakit hati.
W diduga tersinggung karena korban membicarakan kebiasaan buruknya kepada orang tua kandung pelaku.
Baca juga: Gorontalo Utara Dapat Bantuan Rp 7,8 M, Bupati Gorut : Terima kasih Pak Wamen Transmigrasi
"Motif utama pelaku adalah sakit hati karena privasinya merasa diusik. W tidak terima NS menceritakan perilaku negatifnya kepada orang tua pelaku, sehingga ia merasa dipermalukan," ujar AKP Daniel Hamidi, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, Jumat (10/4/2026).
Menurut keterangan polisi, pelaku datang ke rumah korban dalam kondisi emosi dengan membawa sebilah pisau. Pertemuan keduanya kemudian berujung pada pertengkaran.
Situasi memanas saat cekcok berlangsung, hingga pelaku yang diduga tidak dapat mengendalikan emosi langsung menyerang korban.
NS berupaya melindungi diri dari serangan tersebut. Ia menangkis dengan tangan kosong, namun justru mengalami luka tusuk serius di kedua tangannya akibat serangan senjata tajam.
Setelah menerima laporan dari warga, aparat Polsek Terusan Nunyai segera melakukan tindakan. Pelaku berhasil diamankan tidak lama kemudian bersama barang bukti berupa pisau yang digunakan dalam kejadian tersebut.
"Pelaku saat ini sudah ditahan di Mapolsek Terusan Nunyai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum," tegas AKP Daniel.
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak kepolisian menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan pelaku dalam menyelesaikan persoalan pribadi.
AKP Daniel Hamidi mengimbau masyarakat agar mengedepankan komunikasi yang baik serta jalur kekeluargaan dalam menghadapi konflik.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi. Kekerasan bukan solusi, justru hanya akan menambah masalah baru yang berujung pada jeruji besi," pungkasnya.
(*)