GEMPA BUMI
Gunungkidul Diguncang Gempa M 2,2, Ini Alasan Selatan DIY Kerap Terjadi Guncangan
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,2 mengguncang wilayah barat daya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (7/4/2026) sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/INFO-Gempa-Mag22-07-Apr-2026-160058WIB.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wilayah selatan DIY dikenal rawan gempa karena berada dekat zona subduksi aktif selatan Jawa serta dipengaruhi keberadaan patahan aktif di daratan.
- Meski berkekuatan kecil, gempa dangkal tetap penting dipantau karena kedalaman yang rendah dapat membuat guncangan lebih mudah terasa bila pusatnya dekat permukiman.
- BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing informasi liar, dan hanya mengikuti pembaruan resmi untuk memastikan data gempa yang lebih akurat.
TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,2 mengguncang wilayah barat daya Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (7/4/2026) sore.
Meski tergolong kecil, kejadian ini kembali mengingatkan bahwa kawasan selatan DIY merupakan salah satu wilayah yang aktif secara seismik.
Berdasarkan informasi awal yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada 7 April 2026 pukul 16.00.58 WIB.
Lokasi gempa berada di koordinat 8,86 Lintang Selatan dan 110,26 Bujur Timur, atau sekitar 103 kilometer barat daya Gunungkidul, DIY.
BMKG mencatat, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.
Dalam keterangannya, BMKG menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan data awal yang dipublikasikan dengan mengutamakan kecepatan.
Karena itu, parameter gempa seperti magnitudo, lokasi, maupun kedalaman masih dimungkinkan berubah setelah proses analisis lanjutan.
Wilayah selatan DIY, termasuk area lepas pantai Gunungkidul, memang dikenal rawan terhadap aktivitas gempa bumi.
Baca juga: ASN Kota Gorontalo WFH Tiap Selasa, Dihubungi Atasan Wajib Jawab 5 Menit”
Secara geologi, kawasan ini berada di dekat jalur subduksi aktif selatan Jawa, yakni zona pertemuan Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia/Sunda.
BMKG juga menegaskan bahwa DIY memiliki ancaman dari sumber gempa subduksi lempeng atau megathrust di selatan Jawa yang masih aktif.
Selain pengaruh subduksi di selatan Jawa, wilayah DIY juga memiliki patahan aktif di daratan seperti Sesar Opak yang selama ini menjadi salah satu sumber gempa signifikan di Yogyakarta.
BMKG sebelumnya menyebut Sesar Opak merupakan sumber gempa aktif yang jalurnya membentang di wilayah DIY dan perlu terus dimitigasi.
Namun, untuk gempa M 2,2 kali ini, BMKG belum merilis analisis sumber gempa spesifik apakah berkaitan dengan subduksi atau sesar darat.
Dari sisi karakteristik, magnitudo 2,2 tergolong gempa kecil. Secara umum, gempa dengan kekuatan seperti ini tidak selalu menimbulkan dampak kerusakan, terutama jika lokasinya cukup jauh dari kawasan padat penduduk.
| Baru Saja Terdeteksi! Gempa Bumi di Laut Selatan Gorontalo Rabu Sore Ini 22 April 2026 |
|
|---|
| Terkini! Gempa Bumi Terjadi Rabu Sore 22 April 2026, Cek Kedalaman |
|
|---|
| BMKG Rilis INFO Gempa Bumi Pagi Ini Rabu 22 April 2026, Ini Detail Lokasi dan Kedalamannya |
|
|---|
| Gempa Bumi M 2,2 Guncang Barat Laut Labuan Banten, Kedalaman Sangat Dangkal |
|
|---|
| Baru Saja Terjadi Gempa Bumi di Wilayah Timur Indonesia Senin 20 April 2026, Kedalaman 10 Km |
|
|---|