Kamis, 2 April 2026

Bansos 2026

Mulai April, Penyaluran Bansos Tak Lagi Sama, Pemerintah Geser Jadwal Data

Melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik, pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Mulai April, Penyaluran Bansos Tak Lagi Sama, Pemerintah Geser Jadwal Data
Canva
BANSOS 2026 - Ilustrasi uang bansos (rupiah) - Pemerintah kembali menyalurkan bansos 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Percepatan pembaruan data menjadi langkah kunci dalam memperbaiki distribusi bansos.
  • Akurasi data kini diposisikan sebagai faktor utama keberhasilan program sosial.
  • Perubahan sistem ini diharapkan mengurangi kesalahan sasaran dan meningkatkan efektivitas bantuan.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Upaya pemerintah memperbaiki penyaluran bantuan sosial kini memasuki tahap baru.

Pembaruan data penerima yang selama ini menjadi kendala, mulai dipercepat agar distribusi bansos lebih akurat dan tidak lagi terlambat.

Melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik, pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kini dilakukan dengan jadwal yang lebih maju.

Kebijakan ini menjadi fondasi penting dalam memperbaiki sistem perlindungan sosial, terutama untuk program utama seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako yang menyasar jutaan keluarga di Indonesia.

Baca juga: April 2026 Jadi Penentu, Cek Sekarang Apakah Kamu Masih Dapat Bansos

Jika sebelumnya pembaruan data dilakukan setiap tanggal 20 di tiap triwulan, kini jadwal tersebut dimajukan menjadi tanggal 10.

"Biasanya data (DTSEN) itu kita terima pada tanggal 20 di setiap triwulan I, triwulan II, dan triwulan III. Tapi alhamdulillah ini kita majukan untuk kita terima tanggal 10, nanti 10 April dan seterusnya," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Perubahan ini dinilai memberi waktu lebih panjang dalam proses penyaluran bansos, sehingga risiko keterlambatan dapat ditekan.

Data yang telah diperbarui juga langsung digunakan sebagai acuan utama dalam menentukan penerima bantuan.

"Jadi setiap tanggal 10 nanti kami terima dan hasil pemutakhiran itu yang akan kami jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya," lanjutnya.

Dampak dari langkah ini mulai terlihat. Pada triwulan pertama 2026, penyaluran bansos melalui PKH dan Program Sembako telah mencapai lebih dari 96 persen.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan dibanding periode sebelumnya.

Saifullah Yusuf juga mengapresiasi peran berbagai pihak yang terlibat dalam distribusi bansos, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.

"Saya juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras teman-teman karena memang memerlukan perjuangan ya untuk bisa menyalurkan dengan baik," ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, distribusi bantuan dilakukan melalui dua jalur, yakni perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara serta layanan PT Pos Indonesia. Skema ini dipilih untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved