Kronologi Bayi Ditemukan di Rumah Kosong Dibungkus Sajadah Kotor, Begini Perkembangan Terbarunya
Kondisi bayi perempuan yang sempat ditemukan di sebuah rumah kosong di Blok Cipari, Desa Garawastu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DIBUANG-Bayi-perempuan-yang-ditemukan-di-rumah-kosong-di-Blok-Cipari.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang bayi perempuan ditemukan warga di rumah kosong di Majalengka setelah terdengar tangisan mencurigakan.
- Bayi tersebut dalam kondisi memprihatinkan namun dinyatakan sehat dan kini dirawat di RSUD Majalengka.
- Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengungkap identitas orang tua yang diduga meninggalkannya.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kondisi bayi perempuan yang sempat ditemukan di sebuah rumah kosong di Blok Cipari, Desa Garawastu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kini menunjukkan perkembangan yang semakin baik.
Perkembangan tersebut dipastikan langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi saat menjenguk bayi itu di RSUD Majalengka pada Sabtu malam (28/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap bayi yang sebelumnya ditemukan warga dalam kondisi terbungkus sajadah kotor.
Selain memastikan penanganan medis berjalan optimal, pihak kepolisian juga terus melakukan upaya pencarian terhadap orang tua bayi tersebut.
“Alhamdulillah, bayi dalam kondisi semakin membaik dan mendapatkan penanganan medis yang optimal,” kata Rita saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026).
Baca juga: Kasus Videographer Sumatra Didakwa Korupsi Mark Up Harga, Begini Duduk Perkaranya
Rita menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus ini hingga pelaku ditemukan.
Ia juga mengecam tindakan penelantaran anak dan menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial guna menjamin perlindungan serta masa depan bayi setelah keluar dari rumah sakit.
Di sisi lain, penyelidikan masih terus berjalan. Kasat Reskrim AKP Udiyanto bersama jajaran Sat Intelkam melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas serta motif orang tua yang diduga meninggalkan bayi tersebut.
Sementara itu, Kasi Dokkes Ipda Dony Arivanto turut melakukan pengecekan kesehatan sebagai bagian dari koordinasi layanan medis selama masa pemulihan.
Kapolres datang bersama jajaran, yakni Kasat Reskrim AKP Udiyanto, Kasi Dokkes Ipda Dony Arivanto, KBO Sat Intelkam Ipda Yana Mulyana, serta Kapolsek Sukahaji AKP Erik Riskandar.
Kehadiran mereka disambut Direktur RSUD Majalengka dr. Egga Bramasta yang menangani langsung perawatan bayi tersebut.
Sebelumnya, bayi itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di sebuah rumah kosong milik almarhum Sahidi, Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Keberadaan bayi tersebut pertama kali diketahui setelah warga mendengar suara tangisan dari bangunan yang tidak berpenghuni.
Udin dan istrinya, Sawinah, yang tinggal tepat di depan lokasi, menjadi orang pertama yang merespons suara tersebut.
Karena merasa curiga, mereka bersama warga lainnya memeriksa sumber suara hingga akhirnya menemukan bayi perempuan tanpa pendamping di dalam rumah itu.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat, Sana, serta perangkat desa Saepul Abdul Rohman, yang selanjutnya meneruskan informasi ke pihak kepolisian.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kapolsek Sukahaji AKP Erik Riskandar membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.
Ia menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, petugas bersama Unit Reskrim langsung menuju lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Setelah menerima laporan dari warga, kami segera menuju lokasi, melakukan olah TKP, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis dan tenaga medis untuk pemeriksaan awal terhadap bayi,” kata Erik saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal oleh bidan Puskesmas Sindang, bayi perempuan itu memiliki berat badan 2,9 kilogram, panjang 46 sentimeter, dan lingkar kepala 33 sentimeter.
Meski ditemukan dalam kondisi memprihatinkan, secara umum kondisi bayi dinyatakan sehat.
Untuk memastikan keselamatan dan perawatan lanjutan, bayi tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Majalengka.
Sementara itu, AKP Erik Riskandar menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan olah TKP dilakukan secara menyeluruh.
Ia juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor.
“Kami masih melakukan pendalaman. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar membantu memberikan informasi yang dapat mempercepat pengungkapan kasus ini,” pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.