Rabu, 25 Maret 2026

SAKSI KATA GORONTALO

SAKSI KATA: Cerita Lengkap Korban Kebakaran Rumah di Talumolo Gorontalo

Kebakaran yang melanda sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Selasa (17/3/2026)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran rumah kontrakan di Talumolo, Gorontalo, diduga dipicu kelalaian saat mengganti tabung gas elpiji ketika memasak untuk berbuka puasa. 
  • Api dari kompor tiba-tiba membesar dan cepat merembet, menghanguskan hampir seluruh barang di dalam rumah serta menyebabkan korban mengalami luka ringan. 
  • Peristiwa ini menjadi peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam penggunaan kompor gas di rumah.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kebakaran yang melanda sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Selasa (17/3/2026) sore, menyisakan trauma mendalam bagi korban, Hayati Komendangi.

Insiden ini diduga dipicu kelalaian saat mengganti tabung gas elpiji di tengah aktivitas memasak untuk kebutuhan berbuka puasa.

Api tiba-tiba membesar dari kompor dan dengan cepat merembet ke sejumlah barang di dalam rumah.

Dalam segmen Saksi Kata TribunGorontalo.com, Reporter Herjianto Tangahu melakukan wawancara eksklusif bersama Hayati Komendangi untuk mengungkap detik-detik kejadian dari sudut pandang korban.

Baca juga: SAKSI KATA: Pengakuan Mengejutkan Ketua DPD IMM saat Demo Kota Gorontalo Ricuh

Berikut petikan tanya jawabnya:

Tribun : Sebelum kejadian, ibu sedang melakukan apa?
Hayati: Saat itu saya sementara masak nasi, lalu kehabisan gas.

Tribun : Lalu setelah gas habis?
Hayati: Saya ganti gas yang baru, mungkin saya lupa matikan kompornya.

Tribun : Setelah itu apa yang terjadi?
Hayati: Saya hidupkan kompor, api langsung membesar, tabung gas juga sudah menyala.

Tribun :Apakah ada ledakan atau tanda-tanda sebelumnya?
Hayati: Tidak ada.

Tribun : Pernah mengalami kejadian seperti ini sebelumnya?
Hayati: Tidak pernah.

Tribun : Masakan itu untuk dijual atau konsumsi pribadi?
Hayati: Untuk konsumsi saja.

Tribun : Saat api membesar, apa yang ibu lakukan?
Hayati: Kompor saya bawa ke kamar mandi, wajah saya kena uapnya.

Tribun : Ibu masih sadar saat itu?
Hayati: Sudah panik, saya ambil kain, saya basuh di loyang, lalu saya tutupi ke kompor, tapi apinya tidak mati.

Tribun : Setelah tidak berhasil, apakah sempat minta tolong?
Hayati: Warga di luar sudah melihat kebakaran, saya sudah keluar, tapi api tidak mati.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved