Sabtu, 14 Maret 2026

Ramadan

Tata Cara Salat Tahajud, Raih Lailatul Qadar dengan Ampunan Allah SWT

Salat Tahajud merupakan salat sunah yang dikerjakan setelah tidur malam.  Rasulullah SAW tak pernah meninggalkan salat tahajud

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Tata Cara Salat Tahajud, Raih Lailatul Qadar dengan Ampunan Allah SWT
istock
SALAT TAHAJUD — Seorang muslim yang sedang salat tahajud. Simak tata cara salat tahajud. 
Ringkasan Berita:
  • Tahajud" berasal dari bahasa Arab yang berarti upaya sungguh-sungguh untuk melawan atau meninggalkan tidur demi beribadah kepada Allah SWT
  • Salat sunah ini dikerjakan pada malam hari, tepatnya di antara waktu setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh
  • Berdasarkan pengertiannya, keabsahan Salat Tahajud umumnya mensyaratkan seseorang untuk tidur terlebih dahulu sebelum mengerjakannya, meskipun hanya sebentar.

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Salat Tahajud merupakan salat sunah yang dikerjakan setelah tidur malam. 

Dalam bahasa Arab, "Tahajud" sendiri berarti "berupaya melawan atau meninggalkan tidur." 

Rasulullah SAW tak pernah meninggalkan salat tahajud hingga akhir hayatnya.

Berikut adalah panduan lengkap untuk melaksanakan salat Tahajud, mulai dari niat hingga doa setelahnya.

Bacaan Niat Salat Tahajud

Niat salat Tahajud yang benar adalah sebagai berikut:

صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Ushalli Sunnatat Tahajjudi Rak'ataini Lillaahi Ta'alaa.

Artinya: "Aku niat salat sunah tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Pelaksanaan Salat Tahajud

Ilustrasi bolehkan salat tahajud usai melaksanakan salat tarawih dan witir?
SALAT TAHAJUD — Ilustrasi seorang pria sedang salat tahajud. (Sumber: Istock)

Salat Tahajud umumnya dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tata cara sebagai berikut:

 - Niat di dalam hati, diikuti dengan takbiratul ihram.

 - Membaca doa iftitah.

 - Membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surat lain dari Al-Qur'an.

 - Lakukan rukuk, i'tidal, dan sujud dengan tumakninah (tenang).

 - Duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.

 - Berdiri kembali untuk menunaikan rakaat kedua dengan urutan yang sama.

 - Pada rakaat kedua, setelah sujud kedua, lakukan tahiyat akhir.

 - Akhiri salat dengan salam.

Bacaan Doa Setelah Tahajud

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.

Artinya:

“Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadis Bukhari dinyatakan, bahwa Rasulullah SAW jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya:

“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.

Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.

Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.

Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau”.

Keutamaan Salat Tahajud

Berikut keutamaan salat tahajud, seperti dirangkum TribunGorontalo.com. 

Waktu Istijabah untuk Berdoa 

"Sesungguhnya pada waktu malam ada satu waktu. Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan di dunia dan di akhirat kepada Allah, maka niscaya Allah akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam." (HR. Muslim) 

"Pada tiap malam Allah turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman: "Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintannya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia." (HR. Bukhari dan Muslim) 

Baca juga: Raih Kesempurnaan Ibadah Ramadan, Ini 6 Amalan di Sepuluh Malam Terakhir

Mendapat kasih sayang Allah 

Rasulullah bersabda: "Allah menyayangi seorang laki-lali yang bangun untuk salat malam, lalu membangunkan istrinya. Jika tidak mau bangung, maka percikkan kepada wajahnya dengan air. Demikian pula Allah menyayangi perempuan yang bangun untuk salat malam, juga membangunkan suaminya. Jika menolak, mukanya disiram air." (HR. Abu Daud) 

Tercatat sebagai Orang yang Berdzikir 

Rasulullah bersabda: "Jika suami membangunkan istrinya untuk salat malam hingga keduanya salat dua rakaat, maka tercatat keduanya dalam golongan yang selalu berdzikir." (HR. Abu Daud). (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Sabtu, 14 Maret 2026 (24 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:05
Maghrib 18:03
‘Isya’ 19:11

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved