Berita menarik
Pedagang Mulai Buka Lapak di Pasar Senggol Kota Gorontalo di Pertengahan Ramadan
Aktivitas Pasar Senggol di Kota Gorontalo mulai terlihat menjelang pertengahan Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah pedagang sudah membuka lapak mereka
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-SENGGOL-Suasana-di-lorong-lorong-Pasar-Senggol-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pasar Senggol di Kota Gorontalo mulai dipenuhi pedagang pada hari ke-17 Ramadan 1447 Hijriah, namun jumlah pengunjung yang datang masih relatif sedikit.
- Sejumlah pedagang telah membuka lapak dengan berbagai jenis dagangan, mulai dari pakaian hingga perabot rumah tangga.
- Para pedagang berharap keramaian pengunjung akan meningkat mendekati Hari Raya Idul Fitri.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Aktivitas Pasar Senggol di Kota Gorontalo mulai terlihat menjelang pertengahan Ramadan 1447 Hijriah. Sejumlah pedagang sudah membuka lapak mereka, namun jumlah pengunjung yang datang masih relatif sedikit.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (7/3/2026), beberapa warga memang terlihat mulai mendatangi area pasar. Sebagian datang bersama anak-anak, sementara lainnya terlihat berkunjung bersama pasangan.
Meski demikian, banyak pengunjung hanya berjalan menyusuri lorong lapak untuk melihat-lihat barang dagangan sebelum kembali melanjutkan aktivitas mereka.
Di sepanjang ruas jalan yang menjadi lokasi Pasar Senggol, tenda-tenda pedagang sudah berdiri memanjang dan menutupi sebagian badan jalan.
Berbagai jenis barang dagangan mulai dipajang di lapak yang tersedia. Struktur rangka besi yang ditutup terpal berwarna gelap membentuk jalur panjang menyerupai koridor di tengah jalan.
Di bagian tengah lorong masih disisakan ruang untuk akses keluar-masuk pengunjung.
Tiang-tiang penyangga tenda terlihat berdiri berderet di atas permukaan aspal. Namun tidak semua lapak telah ditempati pedagang karena sebagian masih kosong, menandakan persiapan pasar belum sepenuhnya selesai.
Baca juga: Ramalan Zodiak Leo dan Virgo Besok Minggu 8 Maret 2026: Cinta, Karier, Uang, Kesehatan
Di tengah proses persiapan tersebut, aktivitas lalu lintas di sekitar kawasan pasar masih berlangsung berdampingan.
Sejumlah ruko di sepanjang jalan juga tetap beroperasi seperti biasanya.
Para pedagang menawarkan beragam produk kepada pengunjung, mulai dari pakaian, sepatu, tas, hingga berbagai perlengkapan rumah tangga.
Lapak-lapak pedagang tersebut terbentang mulai dari area depan Colombus di Jalan Imam Bonjol, kemudian berlanjut hingga persimpangan menuju Jalan KH Ahmad Dahlan dan mengarah ke Jalan Letjen Suprapto.
Di sekitar kawasan Colombus, area tersebut dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat parkir kendaraan.
Di sisi pinggir lokasi parkir, beberapa pedagang makanan juga terlihat mulai membuka jualan mereka.
Tenda dengan tinggi sekitar tiga meter tampak membentuk jalur panjang di tengah jalan. Namun hingga kini belum seluruhnya diisi pedagang.
Salah seorang pedagang pakaian, Erna Ahmad, mengaku dirinya sehari-hari berjualan di Pasar 45 Manado, Sulawesi Utara.
Ia mengatakan, meskipun berasal dari Gorontalo, dirinya sudah lama menetap di Manado untuk mencari penghasilan.
“Kalau saya sehari-hari jualan di Pasar 45. Saya memang orang Gorontalo, tapi sudah lama tinggal di Manado untuk mencari rezeki di sana. Ke Gorontalo biasanya datang saat Pasar Senggol,” katanya.
Erna menyebut dirinya mulai membuka lapak sejak Kamis (5/3/2026). Barang dagangannya dibawa langsung dari Manado menggunakan kendaraan pribadi.
“Lapak saya mulai buka dari Kamis. Tapi sebenarnya saya sudah sekitar seminggu berada di Gorontalo,” ujarnya.
Walaupun sudah beberapa hari berjualan, ia mengaku jumlah pembeli yang datang masih belum banyak.
“Pembeli masih kurang. Saya buka dari pagi jam 07.00 sampai jam 19.00 malam, tapi belum terlalu ramai,” jelasnya.
Erna mengatakan dirinya tidak mengetahui pasti penyebab Pasar Senggol tahun ini masih sepi. Menurutnya kondisi tersebut juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya juga tidak tahu kenapa masih sepi. Beberapa tahun kemarin juga begitu,” katanya.
Meski begitu, ia tetap berharap keramaian akan meningkat mendekati Hari Raya Idul Fitri.
“Biasanya kalau melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mulai ramai itu sekitar seminggu sebelum Lebaran. Paling ramai biasanya sehari sebelum Lebaran,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pengunjung bernama Isma Adam mengatakan kedatangannya ke Pasar Senggol untuk membeli perlengkapan rumah tangga.
“Kalau saya ke sini biasanya cari taplak meja atau alas kaki. Lebih ke perabot rumah tangga,” katanya.
Ia memilih datang lebih awal agar tidak harus berdesakan ketika pengunjung membludak menjelang Lebaran.
“Lebih baik beli dari sekarang daripada nanti kalau sudah ramai harus desak-desakan,” ujarnya.
Saat ditanya soal pakaian Lebaran, Isma mengaku dirinya lebih sering membeli di toko atau melalui pesanan secara online.
“Kalau pakaian Lebaran biasanya saya dan keluarga beli di toko-toko atau pesan online. Tapi kadang juga beli di pasar,” katanya.
Sebelumnya Pemerintah Kota Gorontalo memperkirakan jumlah lapak Pasar Senggol yang akan dibuka tahun ini mencapai sekitar 269 unit.
Lapak tersebut rencananya tersebar di lima titik lokasi, yakni empat ruas jalan di Kelurahan Biawao dan satu titik di Kelurahan Limba B.
Jumlah tersebut masih bersifat perkiraan karena dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan.
Terkait biaya sewa lapak, pemerintah tidak menetapkan tarif khusus bagi para pedagang.
“Biaya sesuai arahan Pak Wali Kota tidak dipatok berapa. Jadi disesuaikan dengan kemampuan pedagang,” ujarnya.
Dengan mulai dibukanya Pasar Senggol, para pedagang berharap jumlah pengunjung akan meningkat sehingga aktivitas jual beli dapat berjalan lebih ramai seperti pada tahun-tahun sebelumnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.