Viral Nasional
Sosok Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan Ditangkap KPK: Putri Legenda Dangdut
Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan yang dikenal sebagai politisi tangguh sekaligus putri legenda dangdut Indonesia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Pekalongan-Fadia-Arafiq-kena-Operasi-Tangkap-Tangan.jpg)
Fadia Arafiq merupakan sosok yang sangat memperhatikan pendidikan di tengah kesibukannya sebagai pejabat publik. Ia diketahui menempuh pendidikan tinggi di beberapa institusi ternama di Jawa Tengah untuk menunjang kapasitas manajerialnya.
Ia meraih gelar Sarjana (S1) Manajemen dari Universitas Abadi Karya Indonesia (AKI) Semarang. Pendidikan ini menjadi landasan awal bagi dirinya dalam memahami tata kelola organisasi dan kepemimpinan.
Tak puas dengan gelar sarjana, Fadia melanjutkan studi ke jenjang S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang. Gelar magister ini semakin memperkuat posisinya sebagai politisi yang memiliki latar belakang akademis yang mumpuni.
Bahkan, ia tercatat sempat menempuh pendidikan S3 di UNTAG Semarang. Dedikasinya pada dunia pendidikan sering kali ia sampaikan dalam berbagai pidato resminya sebagai Bupati Pekalongan, di mana ia selalu mendorong anak muda untuk terus belajar.
Jejak Karier Politik di Pekalongan
Kiprah Fadia di Pemerintahan Kabupaten Pekalongan dimulai saat ia terpilih menjadi Wakil Bupati Pekalongan mendampingi Amat Antono untuk periode 2011-2016. Pengalaman ini menjadi sekolah politik nyata baginya dalam memahami dinamika masyarakat lokal.
Selama menjabat sebagai Wakil Bupati, ia dikenal cukup aktif turun ke lapangan. Pengalaman lima tahun tersebut memberinya modal sosial yang kuat untuk maju ke jenjang yang lebih tinggi di kemudian hari.
Setelah masa jabatannya berakhir, Fadia tidak lantas surut. Ia justru semakin memperkuat posisi politiknya dengan menakhodai DPD Golkar Kabupaten Pekalongan. Di bawah kendalinya, Golkar menjadi kekuatan yang diperhitungkan di wilayah tersebut.
Selain di partai, Fadia juga merambah organisasi kepemudaan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Tengah, sebuah posisi strategis yang memperluas jaringan politiknya hingga ke tingkat provinsi.
Keberhasilan terbesarnya terjadi pada Pilkada 2020, di mana ia berhasil terpilih sebagai Bupati Pekalongan periode 2021-2024. Kemenangannya kala itu dianggap sebagai simbol kebangkitan kepemimpinan perempuan di wilayah pesisir Jawa Tengah.
Gaya kepemimpinannya yang lugas namun tetap merakyat membuatnya kembali dipercaya oleh masyarakat. Ia pun berhasil mengamankan mandat untuk periode kedua, yakni 2025-2030, dalam pemilihan yang berlangsung ketat.
Selama menjabat, Fadia sering mengedepankan program-program pembangunan infrastruktur dan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu. Hal inilah yang membuat kabar penangkapannya oleh KPK mengejutkan banyak warga Pekalongan.
Baca juga: Sosok Ramlan Amrain, Lurah Tenilo: Adik Leting Eks Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di STKS Bandung
Kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT)
Tim penindakan KPK melakukan penyelidikan tertutup selama beberapa waktu sebelum akhirnya memutuskan untuk bergerak pada Selasa dini hari. Tim dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengamankan sejumlah titik.
Fadia sendiri diketahui sedang berada di Semarang saat tim KPK melakukan penyergapan. Penangkapan berlangsung cepat tanpa ada perlawanan berarti dari pihak bupati maupun ajudannya.
"Yang bersangkutan sedang berada di Semarang pada saat itu," tegas Budi Prasetyo. Hal ini menunjukkan bahwa KPK telah memantau pergerakan Fadia secara intensif sebelum melakukan eksekusi.
Selain Fadia, KPK juga mengamankan sejumlah orang lainnya di wilayah Kabupaten Pekalongan. Diduga kuat mereka adalah oknum pejabat pemkab dan pihak swasta yang terlibat dalam transaksi haram tersebut.