Berita Internasional
Presiden Meksiko Tetap Percaya Diri Sambut Piala Dunia Meski Kartel Narkoba Mengamuk
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menegaskan tidak ada risiko bagi para penggemar sepak bola yang akan datang ke negaranya untuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PIALA-DUNIA-Bos-kartel-narkoba-Meksiko-meninggal-negara-kacau.jpg)
Empat di antaranya akan digelar di Guadalajara. Selain itu, negara tersebut juga akan menggelar sejumlah laga pemanasan sebelum turnamen resmi dibuka pada 11 Juni 2026.
Liga Lokal Sempat Ditunda
Dampak kekerasan juga terasa di kompetisi domestik. Sejumlah pertandingan liga lokal yang dijadwalkan berlangsung Minggu terpaksa ditunda setelah anggota kartel melakukan serangkaian serangan terkoordinasi di berbagai wilayah.
Penangkapan dan kematian Oseguera bukan pertama kalinya memicu reaksi brutal.
Baca juga: BGN Evaluasi Total MBG Ramadan, Menu Kacang Diganti Telur
Dalam beberapa tahun terakhir, penahanan tokoh kartel lain di negara bagian Sinaloa juga kerap berujung aksi balas dendam, termasuk baku tembak dan pembakaran kendaraan.
Kebijakan “Pelukan, Bukan Peluru”
Sheinbaum menegaskan bahwa operasi terhadap Oseguera tidak menandai perubahan pendekatan keamanan pemerintahannya.
Ia melanjutkan garis kebijakan pendahulunya, Andrés Manuel López Obrador, yang mengedepankan strategi mengatasi akar persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam memerangi kekerasan.
Kebijakan tersebut dikenal dengan slogan “abrazos, no balazos” atau “pelukan, bukan peluru”.
Ketika ditanya apakah kematian Oseguera menjadi tanda perubahan kebijakan, Sheinbaum menjawab tegas bahwa hal itu tidak akan terjadi.
“Penahanan seorang tersangka kriminal dengan surat perintah dapat menimbulkan situasi seperti ini. Tetapi kami mencari perdamaian, bukan perang,” ujarnya.
Di tengah bayang-bayang kekerasan kartel, pemerintah Meksiko berupaya meyakinkan dunia bahwa pesta sepak bola terbesar 2026 akan tetap berlangsung aman dan meriah.
(*)