Ramadan 2026
Benarkah Tidur Saat Puasa Bernilai Pahala? Ini Penjelasannya
Sering dianggap berpahala, benarkah tidur saat puasa termasuk ibadah? Simak penjelasan hadis dan pandangan ulama berikut ini.
Ringkasan Berita:• Hadis tentang tidur orang berpuasa dinilai dhaif dan tak jadi dasar hukum utama.• Tidur bisa bernilai pahala jika diniatkan menjaga diri dari maksiat.• Ramadhan lebih dianjurkan diisi dengan ibadah dan amal saleh, bukan tidur berlebihan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Tubuh terasa lelah, kantuk mudah datang, dan energi menurun adalah hal yang kerap dialami saat menjalankan puasa Ramadhan.
Situasi ini membuat sebagian orang memilih memperbanyak waktu istirahat agar hari terasa lebih singkat hingga azan Maghrib tiba.
Di tengah kebiasaan tersebut, berkembang pandangan bahwa tidur ketika berpuasa termasuk ibadah dan berpahala.
Lalu, bagaimana sebenarnya penjelasannya menurut ajaran Islam?
Baca juga: Usai Sahur dan Setelah Subuh di Ramadan, Jangan Terlelap: Lakukan 4 Ibadah Penuh Pahala
Hadis yang Kerap Dijadikan Dasar
Melansir Kompas.com, Dosen di Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Imam Makruf, menyampaikan bahwa memang ada hadis yang sering dijadikan rujukan terkait hal ini.
Hadis riwayat Al-Baihaqi tersebut berbunyi:
“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni.”
Akan tetapi, Imam Makruf menjelaskan bahwa kualitas hadis tersebut tergolong dhaif (lemah), sehingga tidak dapat dijadikan pijakan utama dalam menetapkan ketentuan hukum.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Gorontalo 5 Ramadan 1447H, Senin 23 Februari 2026
Bernilai Pahala Jika Disertai Niat yang Benar
Meski status hadisnya lemah, bukan berarti tidur saat berpuasa sama sekali tidak bernilai kebaikan.
Aktivitas tersebut bisa bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang lurus.
Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, melainkan juga menjaga diri dari ucapan maupun tindakan yang dapat mengurangi pahala, seperti gibah, perkataan sia-sia, atau perbuatan yang tidak bermanfaat.
Jika seseorang memilih beristirahat untuk menghindari maksiat atau demi menjaga diri dari hal-hal yang berpotensi merusak puasanya, maka tidurnya dapat menjadi sarana menjaga kualitas ibadah.
Artinya, nilai pahala terletak pada niat dan tujuan menjaga diri, bukan pada tidur itu sendiri.
Baca juga: Bukber Jalan Terus, Tarawih Tetap Aman: Ini Cara Mengatur Waktu Ramadan
Lebih Utama Mengisi Waktu dengan Amal Saleh
Walaupun beristirahat tidak membatalkan puasa, para ulama tetap mendorong umat Islam agar memanfaatkan Ramadhan dengan kegiatan yang lebih produktif secara spiritual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-wanita-muslim-yang-sedang-tidur.jpg)