Pesawat Jatuh di Nunukan
Pilot Kehilangan Nyawa saat Pesawat Kargo BBM Jatuh di Krayan, Ini Identitasnya
Sebuah pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jatuh di kawasan Krayan, Nunukan, Kamis (19/2/2026) siang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/Pesawat-jatuh-hangus-terbakar-19022026jpg.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pesawat kargo bahan bakar minyak (BBM) jenis Air Tractor AT-802 milik Pelita Air Service jatuh di kawasan pegunungan Krayan
- Pesawat dengan registrasi PK-PAA tersebut jatuh sekitar pukul 12.20 WITA saat perjalanan kembali ke Tarakan setelah menurunkan muatan BBM Satu Harga di Long Bawan
- Pihak Pelita Air menegaskan bahwa pesawat buatan tahun 2013 tersebut dalam kondisi laik terbang dengan perawatan rutin terakhir pada 15 Februari 2026
TRIBUNGORONTALO.COM – Tragedi menimpa dunia penerbangan kargo di Kalimantan Utara. Sebuah pesawat pengangkut bahan bakar minyak (BBM) jatuh di kawasan Krayan, Nunukan, Kamis (19/2/2026) siang.
Melansir dari Kompas TV, insiden itu merenggut nyawa sang pilot, Capt. Hendrick Lodewyck Adam.
Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA itu dioperasikan oleh Pelita Air Service. Pesawat khusus kargo ini menjalankan misi distribusi BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan.
Namun, penerbangan rutin tersebut berakhir duka.
Capt. Hendrick, yang berusia 54 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah pesawat terbakar di lokasi kejadian. Jenazahnya sempat dievakuasi ke RS Pratama Long Bawan sebelum rencana pemulangan ke Tarakan dan Jakarta.
Pelita Air Service memastikan bahwa pesawat dalam kondisi laik terbang. Perawatan rutin terakhir dilakukan pada 15 Februari 2026. Meski demikian, insiden tetap terjadi saat pesawat kembali dari Long Bawan menuju Tarakan tanpa muatan.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan pesawat itu dibuat tahun 2013 dengan nomor seri 802-0494. Pesawat ini memang dirancang untuk misi pengangkutan BBM ke daerah terpencil.
Kini, tim gabungan dari Pelita Air, KNKT, dan TNI tengah melakukan investigasi. Pencarian kotak hitam atau black box menjadi fokus utama untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat.
Baca juga: TOP 3 BERITA GORONTALO: Tersangka Pembunuhan di Boalemo Resmi Ditahan, Daftar Lokasi Ngabuburit
Kronologi Penerbangan dan Insiden
Corporate Secretary Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, menjelaskan pesawat berangkat dari Bandara Juwata, Tarakan, pukul 10.22 WITA.
Pesawat mendarat di Long Bawan pukul 11.24 WITA untuk menurunkan muatan BBM.
Setelah pembongkaran selesai, pesawat lepas landas kembali menuju Tarakan pukul 12.10 WITA dalam kondisi tanpa muatan.
Pada pukul 12.30 WITA, kantor pusat Pelita Air di Jakarta menerima informasi awal bahwa pesawat diduga jatuh tak jauh dari Bandara Long Bawan.
Lokasi pesawat akhirnya ditemukan pukul 13.25 WITA setelah pencarian intensif.
Pilot dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia pukul 14.33 WITA, lalu dibawa ke RS Pratama Long Bawan pukul 15.20 WITA.
Identitas Pilot
Capt. Hendrick Lodewyck Adam adalah pilot berpengalaman dengan lebih dari 8.000 jam terbang.
Ia bergabung dengan Pelita Air sejak Juli 2021.
Hendrick dikenal sebagai sosok profesional yang terbiasa menjalankan misi penerbangan ke daerah terpencil.
Kehilangan dirinya menjadi pukulan bagi dunia penerbangan kargo di Indonesia.
Jenazah Hendrick rencananya akan diterbangkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Proses evakuasi jenazah dijadwalkan dari Tarakan pada Jumat (20/2/2026) pukul 09.50 WITA.
Patria menegaskan pesawat laik terbang.
Perawatan rutin terakhir dilakukan pada 15 Februari 2026.
Air Tractor AT-802 adalah pesawat produksi 2013.
Pesawat ini memang digunakan khusus untuk pengangkutan BBM ke daerah terpencil.
Pelita Air menyebut armada tersebut melayani program BBM Satu Harga.
Pesawat tidak membawa penumpang, hanya diawaki satu pilot.
Investigasi dan Pencarian Kotak Hitam
Tim gabungan KNKT dan Pelita Air diberangkatkan ke Long Bawan untuk investigasi.
Kepala Bidang Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, menyebut pencarian kotak hitam masih berlangsung.
Black box diharapkan memberi jawaban atas penyebab kecelakaan.
Personel gabungan juga mencari material pesawat lain untuk mendukung investigasi.
TNI menegaskan misi penerbangan ini terkait kebutuhan operasional Pertamina.
Rute penerbangan adalah Tarakan–Long Bawan–Tarakan.
Pesawat jatuh di kawasan pegunungan Pabetung Remayo, Krayan Timur, Nunukan.
Insiden terjadi sekitar pukul 12.20 WITA.
Lokasi pegunungan membuat evakuasi sulit.
Hujan deras dan jalan terjal memperlambat proses evakuasi.
Mayor Hizam dari Satgas Armed 4 Parahyangan menyebut korban ditemukan dalam kondisi terbakar.
Evakuasi dilakukan dengan penuh tantangan di medan licin.
Pernyataan Resmi Kemenhub
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi korban meninggal dunia.
Informasi terakhir diterima pukul 15.16 WITA.
Kemenhub menegaskan pesawat berjenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA.
Pesawat dioperasikan Pelita Air Service untuk misi BBM Satu Harga.
Kemenhub berkoordinasi dengan KNKT untuk investigasi lebih lanjut.
Pemerintah menekankan pentingnya keselamatan penerbangan di daerah terpencil.
Jenazah Capt. Hendrick dibawa ke RS Pratama Long Bawan.
Rencana evakuasi ke Tarakan dilakukan pada Jumat pagi.
Setelah itu, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta.
Pelita Air menyatakan investigasi dan koordinasi dengan pihak terkait masih berlangsung.
Artikel ini telah tayang di KompasTV
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.