Dewan Pers

Ketua Komisi Digital Dewan Pers Dahlan Dahi Ingatkan Dahsyatnya Perubahan Informasi

Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi menjadi pembicara dalam Konvensi Nasional Media Massa

Editor: Aldi Ponge
Tribunnews.com
HARI PERS - Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers Dahlan Dahi menjadi pembicara dalam Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Provinsi Banten, Minggu (8/2/2026). 

Namun, Dahlan mengingatkan bahwa semua entitas tersebut sejatinya hidup dalam kesadaran bersama masyarakat.

"Dan suatu waktu kita bisa lupa. Bhinneka Tunggal Ika itu juga imajinasi, bahwa berbeda itu baik. Tapi kita bisa lupa. Kesejahteraan sosial, demokrasi itu imajinasi. Itu bukan realitas,” katanya.

“Jadi yang saya mau bilang adalah bahwa kalau informasi kita berubah, kolektif imajinasi kita berubah, maka nasionalisme kita juga bisa berubah. Dan mungkin generasi setelah kita tidak akan menyaksikan Indonesia seperti yang kita saksikan hari ini," tandasnya.

Wamenkomdigi Nezar Patria Sebut Industri Media Sempoyongan Dua Kali Diterpa Badai Disrupsi

DISRUPSI MEDIA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten, Minggu (8/2/2026). Ia mengungkapkan industri media massa mengalami dua kali disrupsi yang membuatnya 'sempoyongan'. (Tribunnews.com/YouTube Dewan Pers)
DISRUPSI MEDIA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten, Minggu (8/2/2026). Ia mengungkapkan industri media massa mengalami dua kali disrupsi yang membuatnya 'sempoyongan'. (Tribunnews.com/YouTube Dewan Pers) (Tribunnews.com/YouTube Dewan Pers)

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan industri media massa mengalami dua kali disrupsi yang membuatnya 'sempoyongan'.

Disrupsi secara sederhana diartikan sebagai perubahan besar dan cepat yang mengganggu atau menggantikan sistem, cara kerja, atau pola lama akibat hadirnya inovasi baru, terutama teknologi.

 Hal itu disampaikan Nezar Patria dalam Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Banten, Minggu (8/2/2026).

"Industri media kita ini diterpa dua kali distrupsi yang signifikan, pertama internet, yang membuat media tradisional bermigrasi ke digital. Lalu kedua teknologi baru seperti artificial intelligence (AI)," ungkapnya.

"Dalam dua disrupsi ini industri media goyang, sempoyongan, dan mencoba mencari bentuk yang baru," tambahnya.

Meski begitu, Nezar mengungkapkan perlunya berbicara bagaimana ekosistem yang terbangun di tengah disrupsi ini bisa menopang jurnalisme yang berkualitas.

"Saya kira ada satu hal yang penting yang mungkin kita catat bersama bahwa disrupsi platform digital saat ini boleh dikatakan mengarah kepada value extraction without value return, jadi ada ekstraksi nilai tanpa pengembalian nilai, ini yang saya kira dirasakan oleh banyak industri media ketika mau memasuki platform digital," urainya.

 Dalam keadaan ini, lanjut Nezar, masa depan jurnalisme bukan lagi sebuah ketakutan bahwa wartawan akan digantikan oleh AI.

"Tetapi teknologi seperti AI akan menguras semua sumber daya yang ada di ekosistem. Media yang memproduksi jurnalisme berkualitas. Jadi distribusinya end-to-end, dari hulu sampai hilir."

"Bagaimana kita menyikapi hal ini? Saya kira perlu kolaborasi yang cukup kuat antara pemerintah, media, platform, dan publik," ujarnya.

Nezar Patria Media Massa Perlu Kekhasan

Nezar juga memberikan pandangannya supaya industri media tetap eksis di tengah gempuran AI.

"Saya kira kita harus fokus pada non-replicable journalism. Jadi jurnalisme yang enggak bisa direplikasi, jurnalisme yang saat ini kalau kita lihat di platform-platform baik search engine atau media sosial, semua konten nyaris seragam," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 20 Februari 2026 (2 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:05
‘Ashr 15:21
Maghrib 18:08
‘Isya’ 19:17
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved