Jumat, 3 April 2026

Berita Viral

Usai Insiden Kematian Anggota Satpol PP, Ibu Kandung ODGJ di Kebumen Ungkap Kondisi sang Anak

Di balik duka mendalam atas gugurnya anggota Satpol PP Kebumen, Mochamad Faik, terselip kisah pilu dari pihak keluarga yang terlibat.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Usai Insiden Kematian Anggota Satpol PP, Ibu Kandung ODGJ di Kebumen Ungkap Kondisi sang Anak
TRIBUN JATENG
SATPOL PP MENINGGAL: Pemberangkatan jenazah, Mochamad Faik anggota Satpol PP Kebumen yang meninggal dunia saat hendak evakuasi ODGJ di rumah duka wilayah Jalan Pemuda Gang Pundak Keposan Kelurahan/Kecamatan Kebumen, Selasa (3/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Mursiyah, ibu kandung R, mengungkapkan bahwa anaknya telah mengalami gangguan jiwa selama hampir 10 tahun
  • Saat proses evakuasi di Desa Krakal, Kecamatan Alian, R mendadak menyerang tim gabungan dengan senjata tajam
  • Faik dikenal sebagai anak sulung yang berbakti dan pendiam

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Di balik duka mendalam atas gugurnya anggota Satpol PP Kebumen, Mochamad Faik, terselip kisah pilu dari pihak keluarga yang terlibat.

Mursiyah, ibu kandung dari ODGJ berinisial R, akhirnya buka suara mengenai kondisi psikologis anaknya yang telah lama menjadi beban batin bagi keluarga sebelum tragedi berdarah itu terjadi di Desa Krakal.

Sambil menahan kesedihan, Mursiyah mengungkapkan bahwa kondisi kejiwaan anaknya bukanlah hal baru, melainkan penderitaan yang sudah berlangsung selama hampir satu dekade.

Ia menyebut sang anak sudah kehilangan stabilitas mental sejak 10 tahun terakhir, sebuah durasi yang membuat keluarga terus berada dalam bayang-bayang kecemasan.

Menurut Mursiyah, dalam kesehariannya sang anak lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah atau sekadar duduk-duduk di kawasan Pasar Jadi.

Namun, ketenangan itu sering kali semu karena sewaktu-waktu emosinya bisa meledak tanpa peringatan yang jelas.

"Anak saya itu sudah sakit jiwa hampir 10 tahun. Seringnya ya di luar, di Pasar Jadi, duduk-duduk begitu," ujar Mursiyah dengan nada lirih saat ditemui Kompas.com pada Kamis (5/2/2026).

Mursiyah menceritakan betapa sulitnya mengontrol perilaku anaknya saat berada di dalam rumah.

Ia tak menampik bahwa pihak keluarga sering kali merasa terancam karena amarah sang anak yang sulit diprediksi dan ucapannya yang mulai tidak masuk akal.

Prosesi pemakaman anggota Satpol Pp
DIBUNUH ODGJ -- Prosesi pemakaman anggota Satpol Pp Kebumen yang gugur saat evakuasi ODGJ. (KOMPAS.COM/BAYU APRILIANO)

Ketakutan keluarga semakin menjadi ketika sang anak mulai menunjukkan perilaku agresif atau "ngamuk".

Mursiyah mengaku bahwa segenap anggota keluarga sebenarnya hidup dalam rasa was-was yang luar biasa setiap harinya menghadapi kondisi tersebut.

"Sering ngamuk, sering marah-marah. Kadang ngomongnya juga sudah nggak karuan. Kami sekeluarga sebenarnya takut dan khawatir," tuturnya jujur menggambarkan situasi mencekam di internal keluarganya.

Terkait insiden penyerangan yang menewaskan Mochamad Faik, Mursiyah mengaku sangat terpukul dan merasa bersalah.

Ia menegaskan bahwa pihak keluarga sama sekali tidak menginginkan adanya korban jiwa, apalagi seorang petugas yang sedang berniat membantu evakuasi.

Mursiyah menyadari sepenuhnya bahwa kondisi kejiwaan anaknya telah memutus kemampuan sang anak untuk berpikir secara jernih dan normal. Ia berharap masyarakat memahami bahwa tindakan nekat tersebut adalah murni manifestasi dari penyakit jiwa yang diderita anaknya.

“Kami juga nggak mau sampai terjadi seperti ini. Namanya orang sakit, kadang nggak bisa mikir normal,” ucapnya membela diri sekaligus meratapi nasib malang yang menimpa petugas di lapangan.

Kesaksian ini memberikan perspektif baru bahwa sebelum tim gabungan datang untuk melakukan evakuasi pada Senin (2/2/2026), keluarga telah lebih dulu berjuang menghadapi tekanan mental dari perilaku R yang akhirnya berujung pada tragedi sabetan senjata tajam terhadap aparat.

Kronologi Evakuasi Berujung Penyerangan

SATPOL PP - Sosok Mohammad Faik anggota Satpol PP Kebumen yang meninggal dunia saat hendak mengevakuasi ODGJ di wilayah Krakal Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, Senin (2/2/2026).
SATPOL PP - Sosok Mohammad Faik anggota Satpol PP Kebumen yang meninggal dunia saat hendak mengevakuasi ODGJ di wilayah Krakal Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen, Senin (2/2/2026). (TRIBUN JATENG)

Insiden tragis itu terjadi di Dukuh Krajan, Desa Krakal, Kecamatan Alian. Mochamad Faik, tenaga non-ASN Satpol PP Kebumen, gugur saat mengikuti proses evakuasi ODGJ bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan tenaga kesehatan.

Situasi yang awalnya direncanakan persuasif berubah mencekam saat pelaku, Ruwadi, menolak diamankan ke ambulans.

Ia mendadak menyerang menggunakan senjata tajam berupa sabit, pisau daging, dan linggis. Mochamad Faik terkena sabetan fatal di bagian leher kiri yang mengenai arteri karotis, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RS Jenderal Soedirman.

Di mata keluarga, Faik adalah sosok anak sulung yang sangat berbakti dan dekat dengan ibunya. Ahmad Mubarok, ayah korban, mengenang Faik sebagai pemuda pendiam yang selalu memberi kabar kepada ibundanya setiap kali bertugas.

Tragedi ini terasa kian menyayat hati karena Faik diketahui tengah mempersiapkan pernikahan. Rencananya, ia akan melamar kekasihnya sesaat setelah Lebaran tahun ini. Kini, rencana indah itu kandas, meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan kerja di Satpol PP Kebumen.

 

 (TribunGorontalo.com/Kompas.com/TribunJateng.com)

 

Artikel ini dioptimasi dari Kompas.com dan Tribun Jateng

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved