Jumat, 6 Maret 2026

Sosok Wamenkeu

Wamenkeu Segera Dilantik Presiden Prabowo, Siapa Pengganti Thomas Djiwandono?

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal melantik pejabat baru guna menggantikan Thomas Djiwandono yang telah resmi berpindah tugas

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Wamenkeu Segera Dilantik Presiden Prabowo, Siapa Pengganti Thomas Djiwandono?
KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHA
SOSOK WAMENKEU - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah), eks Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu saat konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/9/2025). Siapa kandidat pengganti Thomas Djiwandono? (Sumber Foto: KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU) 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Wakil Menteri Keuangan baru sore ini (5/2/2026) untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Thomas Djiwandono
  • Nama Juda Agung, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, mencuat sebagai calon terkuat
  • Pelantikan ini murni untuk mengisi kekosongan jabatan demi menjaga stabilitas fiskal, bukan bagian dari perombakan kabinet (reshuffle) besar-besaran

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Teka-teki mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan kursi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam Kabinet Merah Putih segera terjawab.

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal melantik pejabat baru guna menggantikan Thomas Djiwandono yang telah resmi berpindah tugas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Langkah cepat ini diambil Presiden Prabowo untuk menjaga stabilitas dan ritme kerja di Kementerian Keuangan, mengingat posisi Wamenkeu sangat krusial dalam mengawal kebijakan fiskal nasional.

Pelantikan yang direncanakan berlangsung sore ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak ingin ada kekosongan kepemimpinan yang terlalu lama di lembaga bendahara negara tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, memberikan sinyal kuat mengenai agenda pelantikan tersebut saat ditemui di Gedung Bappenas, Jakarta. Meski belum memberikan kepastian absolut hingga detail terakhir, koordinasi di tingkat istana menunjukkan persiapan telah dilakukan secara matang.

"Kalau rencananya ada (hari ini)," ungkap Prasetyo seperti dilansir dari pemberitaan Tribunnews.com, Kamis (5/2/2026).

Ia mengakui bahwa dinamika di istana terus berkembang hingga detik-detik terakhir sebelum pengumuman resmi dilakukan.

Hingga Selasa malam, keputusan final mengenai sosok definitif memang masih dalam tahap perampungan.

Prasetyo menjelaskan bahwa rapat-rapat intensif telah dilakukan untuk memastikan transisi ini berjalan mulus tanpa mengganggu kinerja birokrasi yang sedang berjalan.

"Tapi sampai tadi malam belum diputuskan (finalnya)," tambahnya. 

Prasetyo juga menegaskan bahwa pelantikan kali ini bersifat spesifik. Agenda ini tidak melibatkan perombakan kabinet secara luas atau reshuffle, melainkan murni untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan oleh Thomas Djiwandono.

Fokus tunggal pada jabatan Wamenkeu ini menunjukkan bahwa struktur Kabinet Merah Putih saat ini dianggap masih solid.

Perubahan hanya dilakukan atas dasar kebutuhan mendesak akibat adanya perpindahan tugas pejabat ke lembaga negara lain.

"Sehingga kalau misalnya ada kemungkinan, hanya menambah atau mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Bapak Thomas Djiwandono yang sekarang bertugas menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia," jelas Prasetyo mendetail.

Prosesi ini nantinya direncanakan akan disatukan dengan agenda kenegaraan lainnya. Selain pelantikan Wamenkeu, agenda di Istana Negara juga akan mencakup pembacaan sumpah Adies Kadir yang akan mengemban amanah sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

Meskipun nama-nama kandidat sudah mulai beredar di kalangan terbatas, Mensesneg masih menutup rapat identitas sang calon. Ia meminta publik bersabar hingga Presiden Prabowo sendiri yang memperkenalkannya ke hadapan media.

Siapa Kandidat Wamenkeu?

Bendahara Umum Partai Gerindra Thomas Djiwandono di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu,(2/1/2019).
SOSOK WAMENKEU -- Thomas Djiwandono saat diwawancarai wartawan di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (2/1/2019). (Tribunnews.com/ Taufik Ismail)

Kepergian Thomas Djiwandono ke Bank Indonesia memunculkan spekulasi mengenai adanya "tukar guling" talenta antara otoritas fiskal dan moneter.

Thomas yang memiliki latar belakang kuat di bidang investasi, kini beralih menjaga stabilitas moneter di BI.

Di sisi lain, nama Juda Agung mencuat sebagai kandidat paling potensial untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Thomas.

Isu ini semakin menguat setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal positif mengenai kapasitas sang calon.

Purbaya tidak menampik bahwa komunikasi telah dijalin dengan Juda Agung.

Sebagai pimpinan di Kemenkeu, ia membutuhkan sosok yang tidak hanya mengerti teori ekonomi, tetapi juga praktisi yang paham seluk-beluk stabilitas keuangan.

"Kelihatannya (Juda Agung). Saya sudah ketemu dengan beliau dan kelihatannya dia salah satu calon yang kuat," tutur Purbaya dalam sebuah pertemuan di Jakarta Pusat baru-baru ini.

Pernyataan Purbaya ini seolah mengonfirmasi bahwa kriteria Wamenkeu baru haruslah sosok yang "siap pakai" dan memiliki rekam jejak yang mumpuni di level internasional maupun domestik.

Juda Agung bukanlah nama asing di dunia keuangan Indonesia. Saat ini, ia masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2022–2027, sebuah posisi yang menuntut ketajaman analisis makro yang luar biasa.

Karier Juda di Bank Indonesia dimulai sejak tahun 1991. Perjalanan panjang selama lebih dari tiga dekade tersebut membawanya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari urusan riset hingga kebijakan makroprudensial.

Salah satu poin plus yang dimiliki Juda adalah pengalamannya di kancah global.

Ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF), mewakili kelompok negara Asia Tenggara (South-East Asia Voting Group).

Pengalaman di IMF tersebut dianggap sangat berharga bagi Kementerian Keuangan. Dengan tantangan ekonomi global yang semakin tidak menentu, Wamenkeu baru diharapkan mampu membawa perspektif internasional dalam merumuskan kebijakan dalam negeri.

Secara akademis, Juda Agung memiliki kredibilitas yang tak terbantahkan. Ia merupakan lulusan doktor dari University of Birmingham, Inggris, dengan fokus keahlian pada kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan.

Selain itu, Juda juga dikenal sebagai salah satu penggerak ekonomi hijau di Indonesia. Visi ini selaras dengan agenda pemerintah Prabowo-Gibran yang ingin mendorong keberlanjutan lingkungan dalam setiap aspek pembangunan ekonomi.

Kombinasi antara kepakaran moneter Juda Agung dan kepemimpinan fiskal Purbaya Yudhi Sadewa diharapkan dapat menciptakan harmoni kebijakan yang selama ini sering kali menjadi tantangan antara BI dan Kemenkeu.

Tugas besar sudah menanti Wamenkeu baru. Di tengah transisi kepemimpinan nasional, sinkronisasi anggaran antara kementerian/lembaga menjadi prioritas utama yang harus diselesaikan di meja kerja Kementerian Keuangan.

Thomas Djiwandono selama masa jabatannya telah meletakkan pondasi komunikasi yang baik antara tim transisi dan birokrasi Kemenkeu. Penggantinya harus mampu melanjutkan estafet ini tanpa hambatan berarti.

Dukungan dari DPR RI, khususnya Komisi XI, juga menjadi faktor penting. Perpindahan Thomas ke BI yang berjalan mulus di parlemen memberikan modal politik yang baik bagi pemerintah untuk mengajukan nama baru di Kemenkeu.

Jika pelantikan benar dilaksanakan sore ini, maka efektivitas kerja kabinet diharapkan langsung berada di level maksimal sejak hari pertama.

Presiden Prabowo Subianto sendiri dikenal sangat menekankan disiplin fiskal dan efisiensi anggaran.

Sosok Wamenkeu baru harus bisa menjadi "penjaga gawang" yang tegas namun tetap fleksibel dalam mendukung program-program prioritas presiden. Sore ini, mata publik akan tertuju pada Istana Negara. 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: Prabowo Dikabarkan Akan Lantik Wamenkeu Pengganti Thomas Djiwandono Sore Ini

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 06 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:12
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved