Berita Nasional
Purbaya Beri Sinyal Bersih-bersih Pajak dan Bea Cukai, Pegawai Terancam Dirombak
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan peringatan keras. Pegawai Pajak dan Bea Cukai terancam dirombak jika kebocoran penerimaan tak berhenti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Purbaya-Yudhi-Sadewa-nxcjn.jpg)
Dalam skema penataan yang dirancang, Purbaya menyebutkan akan ada berbagai bentuk perlakuan terhadap pejabat.
Sebagian akan mendapatkan promosi, sebagian dipindahkan melalui mekanisme tukar guling, sementara lainnya dinonaktifkan sementara atau dirumahkan.
Ia menegaskan tidak semua pejabat akan langsung dicopot karena evaluasi dilakukan berdasarkan kinerja dan integritas masing-masing individu.
Fokus Gunakan SDM Internal Kemenkeu
Meski demikian, Purbaya menekankan bahwa pendekatan persuasif tidak lagi memadai jika perbaikan struktural tak kunjung terlihat.
Untuk mengisi jabatan yang kosong, ia memastikan tidak akan merekrut pejabat dari luar Kementerian Keuangan.
Menurutnya, merekrut dari luar justru berpotensi memperlambat kinerja karena membutuhkan waktu adaptasi yang panjang.
Oleh sebab itu, ia memilih memaksimalkan sumber daya internal yang ada.
Perubahan Gaya Kepemimpinan Purbaya
Langkah ini mencerminkan perubahan gaya kepemimpinan Purbaya di Kementerian Keuangan.
Jika sebelumnya pembenahan lebih berfokus pada perbaikan sistem dan regulasi, kini perhatian diarahkan pada aspek sumber daya manusia, termasuk disiplin, integritas, dan tanggung jawab jabatan.
Target Perkuat Penerimaan Negara 2026
Purbaya menegaskan agenda bersih-bersih ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah pada 2026 untuk memperkuat fondasi penerimaan negara.
Tanpa peningkatan kinerja DJP dan DJBC, ruang fiskal pemerintah diperkirakan akan semakin terbatas.
Ke depan, aparatur pajak dan bea cukai dituntut bekerja lebih profesional, transparan, serta berorientasi pada hasil guna menjaga kredibilitas pengelolaan keuangan negara. (*)