Kesehatan
Sering Nyes di Dada? Anak Muda Wajib Waspada Komplikasi Serius Asam Lambung
Rasa ‘nyes’ di dada yang sering dianggap sepele bisa menjadi alarm bahaya. Asam lambung pada anak muda berisiko memicu komplikasi serius hingga fatal.
Ringkasan Berita:
- GERD tak membunuh langsung, tapi memicu komplikasi berbahaya
- Aspirasi paru dan perforasi lambung jadi risiko tersembunyi
- Pola hidup dan respons cepat jadi kunci pencegahan
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kabar meninggalnya anak muda secara mendadak di kamar kos atau saat terlelap kerap memicu keheranan publik.
Peristiwa yang dulu dianggap cerita dari mulut ke mulut kini menjadi peringatan serius bagi generasi muda—khususnya Gen Z dan Milenial yang hidup di tengah ritme cepat, tekanan pekerjaan, dan pola hidup serba instan.
Baca juga: Rekomendasi Sarapan Sehat untuk Penderita Asam Lambung, Cegah sebelum Kambuh
Beragam spekulasi pun bermunculan di ruang digital mengenai penyebabnya. Salah satu kondisi yang paling sering disorot adalah gangguan asam lambung atau GERD.
Sayangnya, masih banyak pemahaman keliru yang beredar di masyarakat.
Baca juga: Yuk Simak Penjelasan dr Zaidul Akbar Makanan untuk Penderita Asam Lambung
Asam Lambung Bukan Pembunuh, tapi Pintu Masuk Komplikasi
Asam lambung sejatinya tidak menyebabkan kematian secara langsung.
Namun kondisi ini dapat menjadi pemicu awal rangkaian komplikasi serius yang kerap tidak disadari penderitanya.
Riset dalam Jurnal Peduli Masyarakat menunjukkan prevalensi GERD pada remaja dan dewasa muda di Indonesia telah mencapai sekitar 15 persen.
Angka ini meningkat seiring gaya hidup modern yang identik dengan konsumsi kafein berlebih, jam tidur yang minim, serta stres berkepanjangan.
Baca juga: 3 Obat Herbal untuk Penyakit Maag, Ampuh Atasi Asam Lambung
Heartburn yang Dianggap Biasa, Bahaya yang Nyata
Keluhan rasa panas di dada atau nyeri ulu hati sering dianggap wajar.
Padahal, gejala tersebut menandakan paparan cairan asam yang bersifat korosif dan dapat merusak jaringan tubuh secara perlahan.
Kondisi berbahaya muncul ketika asam lambung naik hingga ke tenggorokan dan terhirup ke saluran pernapasan saat tidur.
Fenomena ini dikenal sebagai aspirasi paru, yang dapat menyebabkan gangguan napas akut hingga kematian dalam waktu singkat.
Risiko Perforasi Lambung dan Syok Sepsis
Paparan asam lambung secara terus-menerus juga berpotensi menyebabkan kebocoran dinding lambung atau perforasi.
Akibatnya, infeksi dapat menyebar ke rongga perut dan memicu peritonitis.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi syok sepsis, keadaan gawat darurat medis yang sering kali terlambat disadari karena gejalanya samar di tahap awal.
Cegah Sebelum Terlambat, Perbaiki Pola Hidup
Menghadapi risiko tersebut, keluhan mual dan nyeri dada tidak lagi bisa dipandang ringan.
Konsensus Perhimpunan Gastroenterologi Indonesia (PGI) tahun 2024 menegaskan bahwa perubahan gaya hidup merupakan langkah utama dan wajib dilakukan.
Memberi jeda minimal tiga jam antara makan dan berbaring menjadi kunci utama.
Selain itu, posisi tidur miring ke kiri secara anatomis membantu mencegah refluks asam di malam hari.
Waspadai Gejala Serius, Jangan Mengobati Sendiri
Hal penting lainnya adalah menghindari konsumsi obat penetral asam secara berulang tanpa pengawasan dokter.
Jika nyeri dada terasa menekan, menjalar ke lengan, atau disertai keringat dingin, segera cari pertolongan medis.
Perbedaan antara gejala GERD dan serangan jantung kerap sangat tipis.
Kesigapan dalam mengenali tanda bahaya dapat menjadi penentu keselamatan jiwa.
Investasi Kesehatan Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Menjaga kesehatan lambung bukan soal suplemen mahal, melainkan disiplin dalam mengatur pola makan, tidur cukup, dan respons cepat terhadap sinyal tubuh.
Langkah kecil hari ini bisa mencegah risiko fatal di kemudian hari. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jangan Remehkan ‘Nyes’ di Dada: Anak Muda Waspada Komplikasi akibat Asam Lambung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Asam-lambung-pada-anak-muda-berisiko-memicu-komplikasi-serius-hingga-fatal.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.