Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI

Mengenal Thomas Djiwandono, Ponakan Prabowo Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Editor: Aldi Ponge
Tribunnews.com/Tribunnews/JEPRIMA
CALON DEPUTI GUBERNUR BI - Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono menyampaikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2024). Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan masuknya nama Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono atau Tommy dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bukan usulan Presiden Prabowo 

TRIBUNGORONTALO.COM - Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Ada 3 kandidat calon deputi Gubernur BI yakni: 

1). Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono 

2). Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI

3). Solikin M Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI

Mereka akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan pada Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).

Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan surat Presiden (Surpres) kepada DPR mengenai calon deputi Gubernur BI yang akan menggantikan Juda Agung.

Berdasarkan Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) Dalam Pasal 40 dan Pasal 47 disebutkan, anggota dewan gubernur BI termasuk di dalamnya Deputi Gubernur BI harus warga negara Indonesia, para anggota dewan yang terpilih menjabat 5 tahun dan paling lama dua periode.

Selain itu, disebutkan Anggota Dewan Gubernur baik sendiri maupun bersama-sama dilarang menjadi pengurus dan/atau anggota partai politik.

Thomas Djiwandono, Mundur dari Gerindra

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
MUNDUR - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan Tommy sudah mengundurkan diri dari pengurus Partai Gerindra per 31 Desember 2025.

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan Tommy sudah mengundurkan diri dari pengurus Partai Gerindra per 31 Desember 2025.

Dasco menjelaskan Tommy sudah tak masuk dalam jajaran pengurus sejak Musyawarah Nasional (Munas) Partai Gerindra

"Per 31 Desember 2025 kemarin yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri sebagai pengurus partai," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

 Oleh karena itu, Wakil Ketua DPR RI ini memastikan keponakan Presiden Prabowo Subianto itu tak lagi masuk dalam jajaran pengurus Partai Gerindra

"Sehingga kalau ditanya sekarang, pertama sudah tidak di pengurus kemudian memang yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri per 31 Desember 2025," ujar Dasco.

Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi mengatakan Thomas Djiwandono telah mengundurkan diri sebagai anggota Partai Gerindra.

"Iya artinya sudah mengundurkan diri lah dari keanggotaan partai," kata Ketua DPP Gerindra Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Prasetyo mengatakan, syarat-syarat pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI telah terpenuhi, termasuk bukan bagian dari anggota partai politik.

"Ya kalau pada saat dicalonkan ya sudah memenuhi persyaratan-persyaratan," kata Prasetyo.

Lebih lanjut, Prasetyo mengaku, tidak mengetahui pasti kapan keponakan Presiden RI Prabowo Subianto itu mengundurkan diri sebagai anggota Partai Gerindra.

Thomas Djiwandono, Bukan Usulan Prabowo

Dasco menyebut, masuknya Tommy dalam bursa calon Deputi Gubernur BI bukan usulan Presiden Prabowo Subianto. 

Menurut Dasco, Tommy masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur BI atas usulan Gubernur BI, Perry Warjiyo. 

Nama tersebut diajukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Juda Agung karena mengundurkan diri.

"Jadi usulan nama-nama itu bukan dari presiden, tetapi dari gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.

Thomas Djiwandono, Keponakan Presiden Diusulkan Jadi Gubernur BI

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI mengenai calon Gubernur BI pengganti Juda Agung. Di dalam surpres itu ada tiga nama, termasuk Thomas.

 Meski demikian, Prasetyo enggan membeberkan siapa dua nama lainnya yang juga diusulkan menjadi Gubernur BI.

"Ada beberapa nama dan yang salah satu nama diusulkan memang Pak Wamenkeu, Pak Tommy (Thomas)" kata Prasetyo, Senin (19/1/2026).

Setelah Surpres diterima, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Gubernur BI.

Menkeu Beri Dukungan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap Thomas Djiwandono yang masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur BI.

Menurut Purbaya, bergabungnya Thomas ke Bank Indonesia akan memperkaya pengalaman keponakan Presiden RI Prabowo Subianto itu.

"Tanggapan saya gimana? Ya bagus lah, biar Pak Thomas punya pengalaman lebih luas lagi. Udah di fiskal sekarang, kalau masuk kan ke moneter, kan bagus. Saya mendukung," kata Purbaya di Gedung DPR RI, Senin.

Rekam Jejak Thomas Djiwandono

MASUK BURSA GUBERNUR BI - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Thomas Djiwandono di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024). Istana mengusulkan Wamenkeu Thomas Djiwandono jadi Gubernur BI. Prabowo sudah kirim Surpres ke DPR RI.
MASUK BURSA GUBERNUR BI - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Thomas Djiwandono di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2024). Istana mengusulkan Wamenkeu Thomas Djiwandono jadi Gubernur BI. Prabowo sudah kirim Surpres ke DPR RI. (Tribunnews.com/Endrapta Pramudhiaz)

Thomas Djiwandono merupakan politisi Gerindra, partai yang didirikan pamannya, Prabowo Subianto.

Ia merupakan keponakan dari Prabowo. Sang ibu, Biantiningsih Miderawati, adalah kakak dari orang nomor satu di Republik Indonesia.

 Dikutip dari laman resmi Gerindra, Thomas lahir pada 7 Mei 1972 di Jakarta.

Ayahnya, Soedrajad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur BI yang kini mengajar di Nanyang Technological University (NTU) Singapura.

Thomas adalah lulusan S1 Bidang Studi Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, AS, tahun 1995.

Setelahnya, ia melanjutkan studi S2 Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies di Washington, AS.

Thomas mengawali kariernya sebagai wartawan magang di majalah Tempo 1993.

Setahun setelahnya, ia menjadi wartawan di Indonesia Business Weekly.

Dari media, Thomas "balik arah" menjadi analisis di Whetlock Natwest Securities Hong Kong.

 Thomas juga pernah berkarier di Castle Asia pada 1999, menjadi konsultan.

Setelahnya, ia bergabung dengan Comexindo Internasional.

Di perusahan itu, Thomas menduduki jabatan sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, dan CEO.

Ia juga dipercaya menjadi Deputy CEO Arsari Group, perusahaan pamannya, Hashim Djojohadikusumo, pada 2011-2024.

Setelah bergabung dengan Gerindra, Thomas dipercaya menjadi Bendahara partai.

Thomas diketahui pernah maju sebagai caleg di Kalimantan Barat.

Ia memiliki peranan penting ketika Prabowo maju Pilpres 2014 bersama Hatta Rajasa.

Ayah tiga anak ini dipercaya mengurus kebutuhan logistik bagi tim sukses (timses) Prabowo-Hatta yang diberi nama Koalisi  Merah-Putih (KMP).

Di akhir masa jabatan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Thomas dilantik menjadi Wamenkeu pada 18 Juli 2024.

Jabatan itu kembali ia emban setelah Prabowo terpilih menjadi Presiden RI dan melantiknya pada 21 Oktober 2024.

Harta Kekayaan Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI

Thomas Djiwandono terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 3 Januari 2025.

Berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Thomas memiliki kekayaan sebesar Rp74.497.761.234 (Rp74,4 miliar).

Kekayaan itu terdiri dari sejumlah aset, berikut rinciannya:

  • Tanah dan bangunan: Thomas memiliki satu aset tanah dan bangunan yang terletak di Kota Jakarta Selatan yang bernilai Rp40.570.630.000.
  • Alat transportasi dan mesin: Thomas mempunyai tiga mobil, yaitu Toyota Alphard 2.5 G AT tahun 2019 (Rp800.000.000), Hyundai Staria 2.2 2WD 8AT tahun 2024 (Rp1.065.000.000), Lexus tahun 2024 (Rp2.350.000.000) sehingga totalnya Rp4.215.000.000.
  • Harta bergerak lainnya: Rp1.809.500.000.
  • Surat berharga: Rp13.073.600.000.
  • Kas dan setara kas: Rp14.829.031.234.
  • Utang: -
  • Total harta kekayaan: Rp74.497.761.234.
  • Tiga Calon Deputi Gubernur BI

Biodata Thomas Djiwandono, Calon Deputi Gubernur BI

  • Nama lengkap: Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, akrab disapa Tommy.
  • Tanggal lahir: 7 Mei 1972, Jakarta.
  • Keluarga: Keponakan Presiden Prabowo Subianto.
  • Karier: Pernah berkecimpung di media, bisnis, keuangan, dan politik sebelum menjadi Wakil Menteri Keuangan.
  • Posisi terakhir: Wakil Menteri Keuangan (2024–2026). (*/Aldi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 27 Februari 2026 (9 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:04
‘Ashr 15:17
Maghrib 18:07
‘Isya’ 19:15

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved