Rabu, 11 Maret 2026

Pesawat ATR Indonesia Air Jatuh

Basarnas Sebut Peluang Selamat Korban Pesawat ATR Tipis, Tetap Harap Keajaiban

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Sulsel, kemungkinan tak ada korban selamat. Tim SAR terus mencari, KNKT diminta investigasi menyeluruh.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Basarnas Sebut Peluang Selamat Korban Pesawat ATR Tipis, Tetap Harap Keajaiban
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
PESAWAT KKP HILANG KONTAK – Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026), menyampaikan bahwa kemungkinan tidak ada korban yang selamat dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. 

"Ini kalau sudah investigasi ini tidak bisa ngarang pak, ini harus berdasarkan data-data teknis, data-data empiris yang bisa dipertanggungjawabkan sumbernya," tegasnya.

Menurutnya, tujuan investigasi yang akurat adalah agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Baca juga: Tambang Emas Ilegal Pohuwato Jadi Lokasi Persembunyian Sepeda Motor Curian, Pelaku Ditangkap!

Dua Jenazah Korban Ditemukan

Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan dua jenazah korban dari kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan.

Jenazah pertama adalah seorang laki-laki, ditemukan pada Minggu (18/1/2025) siang di jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter.

Sementara itu, jenazah kedua, seorang perempuan, ditemukan pada Senin (19/1/2025) di jurang dengan kedalaman 300 meter.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, saat akan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Kemudian, pesawat yang lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar itu ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu (18/1/2026).

Pesawat tersebut membawa tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beserta tujuh kru.

Berikut daftar 10 penumpang dan kru pesawat ATR 42-500:

  1. Ferry Irrawan dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Analis Kapal Pengawas
  2. Deden Mulyana dengan pangkat Penata Muda Tingkat I, jabatan Pengelola Barang Milik Negara
  3. Yoga Nauval, jabatan Operator Foto Udara
  4. Andy Dahananto (Kapten/Pilot)
  5. Farhan Gunawan (Kopilot)
  6. Hariadi (Flight Operation Officer)
  7. Restu Adi P (Engineer)
  8. Dwi Murdiono (Engineer)
  9. Florencia Lolita (Awak Kabin)
  10. Esther Aprilita S (Awak Kabin)

(*)

 

 

 

 

 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kepala Basarnas Sebut Kemungkinan Korban Pesawat ATR Tak Ada yang Selamat: Kita Harap Ada Mukjizat

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved