Selasa, 10 Maret 2026

Pesawat Hilang Kontak

Nama-nama 10 Korban Pesawat Jatuh di Pangkep Sulsel, Ada 3 Penumpang

Setelah dinyatakan hilang kontak, daftar 10 orang yang berada di dalam pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Nama-nama 10 Korban Pesawat Jatuh di Pangkep Sulsel, Ada 3 Penumpang
Istimewa
PESAWAT JATUH -- Kolase foto puing pesawat jatuh. Simak daftar 10 orang yang berada di dalam pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT. (Sumber Foto: Tribun-Timur.com/ist) 
Ringkasan Berita:
  • Pesawat ATR 42-500 mengangkut 10 orang yang terdiri dari 7 kru
  • Tim SAR gabungan berhasil menemukan potongan jendela
  • Proses evakuasi korban menghadapi tantangan berat akibat medan karst yang terjal di ketinggian 1.353 MDPL

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Duka mendalam menyelimuti dunia penerbangan dan instansi kelautan Indonesia. 

Setelah dinyatakan hilang kontak, daftar 10 orang yang berada di dalam pesawat Indonesia Air Transport jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT akhirnya terkonfirmasi. 

Dari total tersebut, tiga di antaranya adalah penumpang yang merupakan personel dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Tim SAR Gabungan yang dikomandoi oleh Basarnas Makassar hingga Ahad (18/1/2026) pagi, terus melakukan upaya maksimal di medan berat pegunungan karst Bulusaraung. 

Fokus utama pencarian kini beralih pada evakuasi korban setelah serpihan badan pesawat mulai ditemukan di berbagai titik koordinat yang berpencar.

Pencarian yang memasuki hari kedua ini membuahkan hasil signifikan dengan ditemukannya bagian-bagian vital pesawat. 

Namun, keberadaan 10 orang yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang tersebut masih dalam proses pencarian intensif oleh tim Pasgat TNI AU dan Basarnas.

Daftar Lengkap 10 Korban di Pesawat PK-THT

Berdasarkan data manifes resmi yang diterima, berikut adalah identitas 10 orang yang berada dalam penerbangan nahas tersebut:

Kru Pesawat (7 Orang)

Capt Andy Dahananto (Pilot Senior, usia 53 tahun)

SIC FO M. Farhan Gunawan (First Officer)

FOO Hariadi (Flight Operation Officer)

EOB Restu Adi P (Engineer on Board)

EOB Dwi Murdiono (Engineer on Board)

Florencia Lolita (Flight Attendant)

Esther Aprilitas (Flight Attendant)

Penumpang/Personel KKP (3 Orang)

Deden (Staf KKP) 

Ferry (Staf KKP) 

Yoga (Staf KKP)

Kronologi Penemuan Serpihan

PESAWAT JATUH - Suasana posko tim gabungan di halaman Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2025). Tim Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berkomunikasi dengan pencari di Gunung Bulusaraung. Dua opsi evakuasi korban disiapkan, namun cuaca berkabut membuat jalur udara tidak memungkinkan.
PESAWAT JATUH - Suasana posko tim gabungan di halaman Kantor Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Minggu (18/1/2025). Tim Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus berkomunikasi dengan pencari di Gunung Bulusaraung. Dua opsi evakuasi korban disiapkan, namun cuaca berkabut membuat jalur udara tidak memungkinkan. (TRIBUN TIMUR)

Penemuan serpihan badan pesawat dilaporkan pertama kali pada pukul 08.30 WITA di sekitar koordinat 04°55’45,2” S 119°4'52,91”E. 

Area ini merupakan wilayah yang sangat sulit dijangkau karena berada di puncak perbukitan tinggi.

Kepala Basarnas Makassar, M. Arif, menjelaskan bahwa serpihan yang ditemukan mencakup jendela, bagian ekor, serta potongan badan pesawat. 

Temuan ini tersebar di sisi utara, barat, dan selatan dari titik koordinat pencarian awal, yang mengindikasikan adanya benturan keras saat pesawat jatuh.

"Tim Pasgat TNI AU berjumlah 6 orang telah melakukan air landed atau diterjunkan langsung di puncak gunung menggunakan helikopter untuk menjangkau lokasi serpihan," ujar Arif dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).

Tantangan Medan Pegunungan Karst

Lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan Gunung Bulusaraung, sebuah area pegunungan karst yang memiliki ketinggian 1.353 Meter Di Atas Permukaan Laut (MDPL). Kawasan ini secara administratif masuk dalam wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Medan di lokasi ini dikenal sangat ekstrem dengan vegetasi hutan basah Karaengta yang lebat. Akses darat menuju lokasi memerlukan waktu tempuh yang lama dan kemampuan fisik yang prima bagi tim penyelamat.

Basarnas menyebutkan bahwa jarak lokasi kecelakaan sekitar 21 km dari ibu kota Pangkep (Pangkajene) dan sekitar 26 km dari Kabupaten Maros. Area ini juga merupakan bagian dari Taman Nasional Bantimurung yang memiliki kontur tebing terjal.

Misi Patroli Maritim KKP

PESAWAT HILANG - Tim Basarnas memperbaharui informasi di Bandara Sultan Hasanuddin. Pukul 10.10 kondisi di puncak sempat diguyur hujan.
PESAWAT HILANG - Tim Basarnas memperbaharui informasi di Bandara Sultan Hasanuddin. Pukul 10.10 kondisi di puncak sempat diguyur hujan. (TRIBUN TIMUR)

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport ini diketahui tengah disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat turboprop tersebut biasanya digunakan untuk mendukung kegiatan patroli maritim dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Keberadaan tiga penumpang yakni Deden, Ferry, dan Yoga di dalam pesawat adalah dalam rangka menjalankan tugas kedinasan. Hilangnya kontak pesawat ini menjadi pukulan berat bagi keluarga besar KKP yang tengah fokus pada penguatan pengawasan sumber daya kelautan.

Pihak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) yang dipimpin oleh Soerjanto Tjahjono juga telah berada di lokasi untuk segera memulai investigasi penyebab jatuhnya pesawat begitu kotak hitam (black box) ditemukan.

Baca juga: Tampang Farhan Gunawan, Co-Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Pangkep Sulsel

Koordinasi Lintas Instansi

Operasi SAR ini melibatkan koordinasi tingkat tinggi antara berbagai instansi.

Selain Basarnas dan TNI AU, konferensi pers di Media Center Bandara Sultan Hasanuddin dihadiri oleh Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko dan Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro.

Hadir pula General Manager Angkasa Pura Indonesia, Minggus ET Ganduguai, serta perwakilan direksi Indonesia Air Transport, Capt Edwin.

Sinergi ini dilakukan untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat meski terkendala cuaca dan medan.

"Fokus utama kami saat ini adalah kemanusiaan, yaitu menemukan seluruh awak dan penumpang secepat mungkin," tegas Kapolda Sulsel dalam pertemuan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, suasana haru menyelimuti posko-posko informasi. Keluarga dari para kru dan penumpang KKP masih menunggu kepastian status anggota keluarga mereka.

Meskipun serpihan pesawat telah ditemukan, tim gabungan belum memberikan keterangan resmi mengenai kondisi fisik para korban.

Tim medis dan ambulans telah disiagakan di titik terdekat evakuasi untuk segera membawa para korban begitu berhasil diturunkan dari puncak Gunung Bulusaraung.

Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga malam hari selama kondisi cuaca memungkinkan.

Masyarakat diimbau untuk memberikan ruang bagi tim evakuasi dan tetap menunggu informasi resmi dari pihak berwenang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Kronologi Penemuan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, Pukul 10.10 Puncak Diguyur Hujan

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 10 Maret 2026 (20 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:09
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved