Bencana Gorontalo
Gorontalo Awal 2026 Dilanda Banjir dan Longsor, Berikut daftar wilayah yang terdampak beserta korban
Awal tahun 2026 di Provinsi Gorontalo diwarnai rangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/LONGSOR-GORR-Kondisi-jalan-GORR-di-Isimu-Utara-Kecamatan-Tibawa.jpg)
Di Kabupaten Boalemo, banjir terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 18.30 Wita, di Desa Kualalumpur, Kecamatan Paguyaman.
Bencana tersebut berdampak pada 24 kepala keluarga atau 70 jiwa, serta menyebabkan satu unit jembatan mengalami kerusakan.
Selain itu, BPBD juga menerima laporan adanya korban hanyut di Desa Sosial, Kabupaten Boalemo, yang kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
BPBD Siaga, Warga Diimbau Waspada
BPBD Provinsi Gorontalo telah menyiagakan BPBD kabupaten/kota serta mendirikan posko siaga darurat untuk mengantisipasi potensi bencana susulan. Apel siaga bersama TNI dan Polri juga telah dilakukan.
BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi turun dalam waktu lama.
“Masyarakat di daerah rawan bencana agar segera siaga ketika hujan turun, dan memperhatikan informasi dari pemerintah setempat,” pungkas Tahir. (*)