Bencana Gorontalo
Gorontalo Awal 2026 Dilanda Banjir dan Longsor, Berikut daftar wilayah yang terdampak beserta korban
Awal tahun 2026 di Provinsi Gorontalo diwarnai rangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Awal tahun 2026 di Provinsi Gorontalo diwarnai rangkaian bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga sepekan pertama Januari.
Curah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan sejumlah wilayah di beberapa kabupaten terdampak, bahkan menimbulkan korban jiwa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mencatat, bencana terjadi secara berulang di tengah masuknya wilayah Gorontalo ke fase puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.
Kepala Pelaksana Penata Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Tahir Laendeng, menyebut hujan lebat sudah terjadi sejak Desember 2025 dan memicu banjir serta longsor di sejumlah kabupaten.
Baca juga: Catat! Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT 2026 dan Nominal Lengkapnya
“Sejak Desember kemarin sudah mulai memasuki musim hujan dan puncaknya berada di Januari sampai Februari 2026,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Kabupaten Pohuwato
Dampak bencana mulai dirasakan warga Kabupaten Pohuwato sejak akhir Desember 2025. BPBD melaporkan banjir dan tanah longsor terjadi di Desa Teratai dan Desa Hulawa.
Sejumlah warga terdampak, namun data rinci korban masih menunggu laporan resmi dari pemerintah kabupaten setempat.
Kabupaten Gorontalo
Memasuki Januari 2026, bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Gorontalo. BPBD mencatat sedikitnya tiga kejadian banjir selama sepekan pertama Januari.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Limboto Barat, Tibawa, Telaga, dan Boliyohuto.
Di Kecamatan Limboto Barat, banjir merendam Desa Tunggulo dan Desa Haya-Haya akibat hujan lebat yang menyebabkan Sungai Marisa meluap.
Di Desa Tunggulo, banjir berdampak pada 146 kepala keluarga atau 453 jiwa, dengan 120 unit rumah terendam. Selain permukiman, banjir juga merusak Sekolah Lukmanul Hakim serta sekitar 40 hektare lahan warga.
Sementara di Desa Haya-Haya, banjir menggenangi SDN 12 Limboto Barat dan TK Anggrek Mekar.
Tanah longsor juga terjadi di Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Telaga, yang mengakibatkan akses jalan menuju Desa Dulamayo Utara tertutup material longsoran.
Selain itu, BPBD melaporkan adanya dua korban hanyut, seorang ibu dan anak, di Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto. Hingga kini, proses pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan.
Kabupaten Bone Bolango
Bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Kabupaten Bone Bolango, tepatnya di Desa Olole, Kecamatan Kabila Bone. Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari berturut-turut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/LONGSOR-GORR-Kondisi-jalan-GORR-di-Isimu-Utara-Kecamatan-Tibawa.jpg)