Jumat, 20 Maret 2026

Banjir Sumatra

Dari Tolak Jadi Terima, Prabowo Buka Diri atas Bantuan Asing, Bodoh jika Menolak

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan tidak ada alasan untuk menutup pintu bantuan internasional

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dari Tolak Jadi Terima, Prabowo Buka Diri atas Bantuan Asing, Bodoh jika Menolak
TribunGorontalo.com
TERIMA BANTUAN - Presiden Prabowo menyantap menu untuk korban banjir dan longsor di dapur umum, Kabupaten Bireuen, Aceh Minggu (7/12/2025). Ia membuka diri menerima bantuan untuk korban banjir. 

Saat itu, Prabowo menyampaikan apresiasi atas perhatian internasional, namun menegaskan Indonesia masih mampu menangani bencana secara mandiri.

“Saya ditelepon banyak pimpinan negara yang ingin mengirim bantuan. Saya sampaikan terima kasih atas perhatiannya, tapi kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” ujarnya kala itu.

Ia menjelaskan pemerintah telah mengerahkan seluruh sumber daya sejak awal, termasuk keterlibatan aktif TNI dan Polri yang bergerak cepat tanpa harus menunggu instruksi langsung dari presiden.

“Semua bergerak, berinisiatif. Saya berterima kasih kepada Panglima TNI, Kapolri, para kepala staf, dan seluruh jajaran yang langsung bertindak,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menanggapi desakan sejumlah pihak yang mendorong penetapan status bencana nasional.

Ia menegaskan pemerintah telah bekerja maksimal dan situasi masih dalam kendali.

Pandangan serupa sebelumnya juga disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Ia menilai pemerintah pusat masih sanggup menangani dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami menilai pemerintah masih mampu mengatasi seluruh permasalahan bencana yang sedang dihadapi,” kata Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12/2025). 

Update Korban Banjir

Korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Pulau Sumatra terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Rabu (31/12/2025), jumlah korban meninggal dunia di tiga provinsi terdampak telah mencapai 1.154 orang.

Selain korban tewas, BNPB juga melaporkan masih adanya warga yang belum ditemukan. Total korban hilang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat saat ini tercatat sebanyak 165 orang, sehingga proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa terjadi penambahan korban meninggal dalam pembaruan data terbaru.

Ia menyebut, jumlah korban jiwa bertambah 13 orang dibandingkan laporan sebelumnya.

“Per hari ini total korban meninggal dunia bertambah menjadi 1.154 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, Rabu.

Secara rinci, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 527 orang, sementara 31 orang lainnya masih dalam pencarian. Di Sumatra Utara, tercatat 365 korban meninggal dunia dengan 60 orang dilaporkan hilang.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 20 Maret 2026 (30 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 14:59
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved