Banjir Sumatra
Dari Tolak Jadi Terima, Prabowo Buka Diri atas Bantuan Asing, Bodoh jika Menolak
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan tidak ada alasan untuk menutup pintu bantuan internasional
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TERIMA-BANTUAN-Presiden-Prabowo-menyantap-menu-untuk-korban-banjir.jpg)
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia terbuka menerima bantuan asing untuk korban banjir dan longsor di Sumatra demi alasan kemanusiaan.
- Sikap ini menandai perubahan kebijakan setelah sebelumnya pemerintah menyatakan mampu menangani bencana secara mandiri.
- Prabowo menegaskan bantuan akan diterima selama mekanismenya jelas dan tidak menimbulkan kesan Indonesia bersikap arogan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Aceh — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan tidak ada alasan untuk menutup pintu bantuan internasional bagi korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra.
Ia bahkan menilai sikap menolak bantuan kemanusiaan sebagai tindakan yang tidak masuk akal.
Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas di Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (2/1/2026).
Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan bahwa bencana alam adalah persoalan kemanusiaan yang menuntut solidaritas lintas negara.
“Ini soal kemanusiaan. Kalau ada yang ingin membantu, masa kita menolak? Itu bodoh sekali kalau ditolak,” ujar Prabowo sebagaimana dikutip dari Kompas.
Presiden menyatakan kini pemerintah membuka ruang selebar-lebarnya bagi pihak mana pun yang berniat membantu penanganan korban banjir dan longsor.
Kebijakan ini menandai perubahan sikap Prabowo, setelah sebelumnya pemerintah menyatakan belum membutuhkan bantuan dari luar negeri.
Baca juga: Breaking News! Cafe Tiara di Kota Gorontalo Hangus Terbakar, Bangunan Dua Lantai Tinggal Tembok
Menurut Prabowo, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan laporan langsung dari kepala daerah setempat serta kebutuhan di lapangan.
Ia menegaskan, selama bantuan diberikan secara jelas dan transparan, pemerintah tidak memiliki alasan untuk menutup diri.
“Saya sudah mendapat laporan dari Pak Gubernur dan nanti akan saya bahas mekanismenya dengan pejabat terkait. Kalau ada pihak yang tulus ingin membantu, sebagai manusia kita tidak pantas menolaknya. Yang penting bantuannya jelas,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan agar Indonesia tidak dipersepsikan sebagai negara yang arogan atau enggan menerima uluran tangan internasional saat rakyatnya dilanda musibah.
Oleh karena itu, ia mempersilakan pemerintah daerah untuk menerima bantuan yang datang dari pihak luar.
Sebelumnya Sempat Menolak Bantuan Asing
Sikap terbuka ini berbeda dengan pernyataan Prabowo beberapa pekan sebelumnya.
Dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada 15 Desember 2025, Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah kepala negara telah menghubunginya untuk menawarkan bantuan penanganan bencana di Sumatra.