Peristiwa
Selamatkan Anak di Pantai, Nyawa Ayah Melayang Terseret Gelombang
Libur tahun baru berubah menjadi tragedi di Pantai Mbuli, Desa Mbuli, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TENGGELAM-Ilustrasi-korban-tenggelam-Fransiskus-Menda-40.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Libur tahun baru berubah menjadi tragedi di Pantai Mbuli, Desa Mbuli, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seorang ayah bernama Fransiskus Menda (40) meninggal dunia setelah kehabisan napas saat berusaha menyelamatkan anaknya yang nyaris tenggelam di laut.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis (1/1/2026) sore, ketika Fransiskus bersama keluarga memanfaatkan momen pergantian tahun dengan berwisata ke pantai.
Saat sedang berenang, anak korban tiba-tiba terseret arus dan mengalami kesulitan bernapas di dalam air.
Tanpa ragu, Fransiskus langsung terjun dan berhasil mengangkat anaknya ke permukaan.
Baca juga: Ramai Dikunjungi di Awal 2026, Wisata Air di Kota Gorontalo Masih Dipadati Warga
Anak tersebut akhirnya selamat dan mampu mencapai tepian pantai. Namun nahas, kondisi ombak yang tinggi membuat tubuh Fransiskus justru terseret kembali ke tengah laut.
Upaya korban untuk berenang ke arah pantai terhenti. Ia kehabisan tenaga dan napas, lalu menghilang dari pandangan keluarga.
Situasi itu membuat keluarga korban panik dan segera meminta pertolongan kepada warga sekitar sebelum melaporkannya ke Basarnas Maumere.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan laporan awal yang diterima pihaknya.
Informasi pertama datang dari Kepala Desa Kerang Wolowaru melalui Pusat Komunikasi Kantor SAR Maumere.
“Sekitar pukul 15.30 Wita, korban bersama anaknya berenang di Pantai Mbuli untuk menikmati libur tahun baru. Saat anaknya mengalami insiden di air, korban berusaha menyelamatkan, namun akhirnya ikut terseret ombak,” terang Fathur dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Menjelang malam, tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi dengan membawa rubber boat dan peralatan selam.
Operasi pencarian dilanjutkan pada Jumat (2/1/2026) pagi sejak pukul 06.00 Wita, melibatkan berbagai unsur dan masyarakat setempat.
Pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 07.40 Wita.
Tim SAR Gabungan menemukan Fransiskus dalam kondisi sudah meninggal dunia setelah melakukan penyelaman di sekitar lokasi korban terakhir terlihat.