Berita Nasional
Data BNPB: Jawa Barat hingga Sumatra Utara Jadi Wilayah Paling Rawan Bencana
Sepanjang tahun 2025, Indonesia kembali dihadapkan pada rangkaian bencana alam yang datang silih berganti.
Sementara itu, jumlah warga terdampak dan mengungsi tercatat mencapai 10.147.009 orang.
Bencana juga mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas kesehatan, jembatan, serta berbagai infrastruktur dan fasilitas umum lainnya.
Dilihat dari jenis bencana, banjir menjadi peristiwa paling dominan dengan 1.644 kejadian.
Selanjutnya diikuti cuaca ekstrem sebanyak 712 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 546 kejadian, serta tanah longsor 233 kejadian.
Adapun gempa bumi tercatat 23 kejadian, erupsi gunung api 7 kejadian, tsunami 1 kejadian, kekeringan 36 kejadian, serta gelombang pasang dan abrasi 21 kejadian.
BNPB juga memperbarui data korban bencana di Sumatra per Kamis (1/1/2026).
Dari total 1.157 korban meninggal dunia, Aceh menjadi provinsi dengan jumlah tertinggi, yakni 530 orang. Disusul Sumatra Utara sebanyak 365 orang dan Sumatra Barat 262 orang.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang mencapai 165 orang, terdiri dari 31 orang di Aceh, 60 orang di Sumatra Utara, dan 74 orang di Sumatra Barat.
Proses pencarian masih terus dilakukan untuk menekan jumlah korban yang belum ditemukan.
Untuk jumlah pengungsi, BNPB mencatat sebanyak 380.360 orang masih berada di pengungsian.
Mayoritas berada di Aceh dengan 365.655 orang, disusul Sumatra Utara sebanyak 13.770 orang dan Sumatra Barat 9.935 orang.
BNPB menegaskan bahwa data korban masih berpotensi berubah seiring berjalannya proses pencarian dan evakuasi.
Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya memperbaiki infrastruktur yang rusak serta menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-LONGSOR-Foto-upaya-pencarian-korban-longsor-di-Dusun-Banturejo.jpg)