Tips and Lifestyle
Tak Sekadar Resolusi, Begini Cara Menyusun Anggaran Keuangan yang Realistis di 2026
Zagari dan Gagnon sepakat, kunci menyusun anggaran keuangan yang realistis di 2026 adalah disiplin mengontrol pengeluaran,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ramalan-zodiak-keuangan-hari-ini-Kamis-31-Juli-2025.jpg)
Ringkasan Berita:
- Menjelang 2026, para ahli keuangan mendorong masyarakat untuk mulai menyusun rencana pengeluaran atau anggaran di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
- Pakar menilai perencanaan yang konsisten, mulai dari menabung rutin hingga mengatur pengeluaran jangka pendek dan panjang, menjadi kunci menjaga stabilitas keuangan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Memasuki tahun 2026, banyak orang mulai menyusun resolusi keuangan dengan harapan kondisi finansial menjadi lebih stabil.
Namun para ahli mengingatkan, resolusi tanpa perencanaan yang jelas kerap berakhir hanya sebagai wacana.
Karena itu, menyusun anggaran keuangan yang realistis dinilai jauh lebih penting dibanding sekadar membuat janji di awal tahun.
Manajer portofolio investasi di Wellington-Altus, Michael Zagari, mengatakan bahwa pada dasarnya setiap orang ingin menggunakan uangnya dengan bijak.
“Orang-orang ingin melakukan hal yang benar dengan uang mereka. Mereka tidak ingin bertindak ceroboh,” ujarnya.
Baca juga: Kenapa Resolusi Tahun Baru Banyak yang Kandas? Ini Penjelasan Ahli
Menurut Zagari, langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat rencana pengeluaran atau spending plan dengan memperhitungkan kebutuhan jangka pendek, menengah, dan panjang.
Anggaran ini dapat disusun secara fleksibel, baik dengan menabung dalam jumlah tertentu di awal tahun, di akhir tahun, maupun dengan menyisihkan dana secara rutin setiap bulan.
“Yang terpenting adalah konsisten dan menjalankan rencana tersebut,” katanya.
Tantangan menyusun anggaran pada 2026 diperkirakan tidak mudah. Direktur Quebec untuk Canadian Taxpayers Federation, Nicolas Gagnon, menilai tekanan terhadap anggaran rumah tangga masih akan terasa.
“Kami melihat kenaikan harga berbagai komoditas, mulai dari makanan, sewa, hingga listrik, yang dalam banyak kasus naik lebih cepat dibanding inflasi,” ungkap Gagnon.
Kondisi ini membuat pengelolaan keuangan pascalibur akhir tahun menjadi krusial.
Perencana keuangan asal Montreal, Beverly Wilks, menilai masyarakat perlu kembali menata prioritas setelah pengeluaran besar untuk hadiah dan kebutuhan liburan.
Selain kenaikan biaya hidup, pajak juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam menyusun anggaran.
Gagnon menyebut beban pajak masih menjadi perhatian utama bagi banyak keluarga.