Rabu, 18 Maret 2026

Peristiwa Kriminal

Kronologi Lengkap Bocah 12 Tahun Habisi Nyawa Ibu Sendiri, Terungkap Gara-gara Game Dihapus

Kasus pembunuhan yang melibatkan seorang anak terhadap ibu kandungnya terungkap di Kota Medan, Sumatera Utara.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kronologi Lengkap Bocah 12 Tahun Habisi Nyawa Ibu Sendiri, Terungkap Gara-gara Game Dihapus
SHUTTERSTOCK/JAN H ANDERSEN via Kompas.com)
FOTO STOK -- Seorang wanita tewas di tangan anak kandungnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM --  Kasus pembunuhan yang melibatkan seorang anak terhadap ibu kandungnya terungkap di Kota Medan, Sumatera Utara.

Peristiwa memilukan ini menyeret seorang bocah berinisial AL (12) yang diduga menghabisi nyawa ibunya, F (42), di dalam rumah mereka sendiri.

 

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu dini hari, 10 Desember 2025.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, pemicu utama aksi kekerasan itu bermula dari persoalan sepele namun berdampak fatal, yakni dihapusnya permainan daring (game online) di telepon genggam milik pelaku.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, kejadian berlangsung saat suasana rumah dalam keadaan sepi dan korban tengah tertidur.

Saat itu, F tidur di kamar lantai satu bersama kedua anaknya. AL berada di kasur tingkat bagian atas bersama ibunya, sementara sang kakak tidur di kasur bawah. Ayah korban diketahui berada di lantai dua rumah.

Baca juga: Antara Koalisi dan Suara Publik, Sikap Demokrat soal Pilkada Dipertanyakan

Sekitar pukul 04.00 WIB, AL terbangun dan langsung menuju dapur.

Dari sana, ia mengambil sebilah pisau dapur, lalu kembali ke kamar tempat ibunya tidur. Tanpa peringatan, pelaku menikam korban berulang kali saat korban masih dalam kondisi terlelap.

Menurut keterangan polisi, serangan tersebut berlangsung brutal. Korban mengalami total 26 luka tusuk di tubuhnya.

Sang kakak yang terbangun akibat kejadian itu berusaha menghentikan aksi adiknya dengan merebut pisau, meski tangannya ikut terluka akibat terkena senjata tajam.

Aksi AL tidak berhenti sampai di situ. Setelah pisau pertama berhasil direbut, ia kembali menuju dapur untuk mengambil pisau lain.

Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan karena sang kakak dengan cepat menutup pintu kamar.

Melihat kondisi ibunya yang bersimbah darah, sang kakak bergegas naik ke lantai dua untuk membangunkan ayah mereka dan meminta pertolongan.

Di saat yang sama, AL sempat menyusul ke lantai atas, mengenakan pakaian, dan memeluk ayahnya seolah tidak terjadi apa-apa.

Korban sempat meminta air minum dan bantuan ambulans. Namun luka-luka parah yang dialaminya membuat nyawanya tidak tertolong.

Sekitar pukul 05.40 WIB, tim medis yang datang ke lokasi menyatakan F meninggal dunia.

Dalam pemeriksaan intensif, polisi mengungkap adanya tiga alasan yang disampaikan AL terkait motif pembunuhan tersebut.

Baca juga: Antara Koalisi dan Suara Publik, Sikap Demokrat soal Pilkada Dipertanyakan

Alasan pertama, pelaku mengaku pernah merasa terancam karena ibunya disebut sering membawa pisau dan mengancam anggota keluarga.

Alasan kedua berkaitan dengan perasaan dendam. AL mengaku kerap melihat kakaknya dimarahi, bahkan dipukul menggunakan sapu dan ikat pinggang. Ia juga mengaku sering mendapat perlakuan serupa, seperti dimarahi dan dicubit.

Alasan ketiga yang paling dominan adalah persoalan game online. AL mengaku sakit hati setelah permainan digital di ponselnya dihapus oleh sang ibu.

Perasaan itu kemudian bercampur dengan pengaruh tayangan kartun, anime, serta permainan yang menampilkan adegan kekerasan menggunakan senjata tajam.

Polisi menilai kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan anak di bawah umur sebagai pelaku tindak pidana berat.

Di sisi lain, kasus ini juga memantik sorotan publik karena di media sosial, korban selama ini dikenal kerap menampilkan kehidupan keluarga yang terlihat harmonis.

Namun, di balik citra tersebut, konflik internal keluarga yang terpendam diduga berujung pada tragedi berdarah yang mengguncang banyak pihak. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Rabu, 18 Maret 2026 (28 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:01
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved