Harga Pangan Gorontalo
Keliling Pasar Sentral Kota Gorontalo: Harga Ayam Tetap, Cakalang dan Bawang Merah Naik
Aktivitas di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jumat (26/12/2025), berjalan dalam ritme yang tenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-pedagang-di-Pasar-Sentral-Kota-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga bahan pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo pada Jumat (26/12/2025) menunjukkan pergerakan yang beragam.
- Daging ayam dan beras masih stabil, sementara ikan cakalang serta bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan harga.
- Di sisi lain, harga telur justru tercatat turun dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Aktivitas di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Jumat (26/12/2025), berjalan dalam ritme yang tenang.
Pasar tidak dipadati pengunjung, namun denyut jual beli tetap terasa.
Pedagang melayani pembeli seperti biasa, sementara sebagian warga menyusuri lorong pasar untuk memastikan harga kebutuhan dapur menjelang akhir tahun.
Penelusuran harga dimulai dari lapak penjual daging. Di area ini, daging ayam dan ikan tersusun rapi di atas meja dagangan.
Salah seorang pedagang ayam menyebutkan, harga daging ayam belum mengalami perubahan dalam beberapa pekan terakhir.
Ayam utuh dengan jeroan hati dijual Rp70 ribu per ekor, tanpa hati Rp65 ribu per ekor, sementara harga ayam potong berada di angka Rp34 ribu per kilogram.
Baca juga: Bansos 2026 Resmi Cair Januari, Ini Cara Mudah Cek Status Penerima di HP
Tak jauh dari lapak ayam, hanya berjarak sekitar tiga hingga lima meter, lapak penjual ikan menawarkan informasi berbeda.
Seorang pedagang ikan mengungkapkan, harga ikan cakalang mengalami kenaikan.
Jika sebelumnya berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Perjalanan berlanjut ke area sayuran dan kebutuhan dapur.
Di sisi kanan lorong pasar, lapak penjual telur dan minyak tanah menjadi persinggahan berikutnya.
Seorang pedagang perempuan menjelaskan, harga telur justru mengalami penurunan.
Telur campur saat ini dijual Rp58 ribu per rak, turun dari harga sebelumnya Rp60 ribu per rak. Untuk penjualan eceran, telur dibanderol Rp2 ribu per butir.
Dari sana, TribunGorontalo.com menuju lapak rempah-rempah.
Di lapak ini, kenaikan harga terlihat cukup signifikan. Bawang merah kini dijual Rp60 ribu per kilogram, melonjak dari harga sebelumnya yang berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.
Sementara bawang putih juga naik, dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Penelusuran harga ditutup di lapak sembako yang menjual beras dan kebutuhan pokok lainnya.
Seorang pedagang memastikan, harga beras masih relatif stabil. Beras Superwin dijual Rp13 ribu per liter, Ciherang Rp12.500 per liter, dan beras Kepala Rp14 ribu per liter.
Harga minyak goreng botol kecil tetap Rp12 ribu, botol besar Rp28 ribu, gula pasir Rp19 ribu per kilogram, garam Rp5 ribu untuk tiga bungkus, serta susu kaleng Rp13 ribu per kaleng.
Dengan beragam kondisi harga tersebut, Pasar Sentral Kota Gorontalo mencerminkan situasi pangan yang dinamis.
Sebagian komoditas bertahan stabil, sementara lainnya mengalami kenaikan dan penurunan, menjadi catatan penting bagi masyarakat dalam mengatur belanja kebutuhan rumah tangga.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.