Gempa Bumi
Gempa Bumi Magnitudo 2,7 Guncang Bolaang Uki Bolsel, Terjadi di Kedalaman 95 Kilometer
Secara geologis, kawasan ini berada di zona pertemuan dan interaksi beberapa lempeng tektonik, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Gempa-Mag27-19-Dec-2025-082746WIB.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gempa bumi bermagnitudo 2,7 mengguncang wilayah barat daya Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, Jumat (19/12/2025) pagi.
- Gempa terjadi pada kedalaman 95 kilometer dan dipicu aktivitas tektonik di zona pertemuan lempeng.
- BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan memantau informasi resmi.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa bumi tektonik terjadi di wilayah Sulawesi Utara pada Jumat (19/12/2025) pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa tersebut berkekuatan magnitudo 2,7 dan terjadi pada pukul 08.27 WIB.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 0,02 Lintang Selatan dan 123,48 Bujur Timur.
Lokasi gempa berada sekitar 71 kilometer barat daya Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara.
Gempa ini terjadi pada kedalaman 95 kilometer, sehingga tergolong gempa menengah.
Wilayah Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu daerah rawan gempa di Indonesia.
Baca juga: Bulan Ini Terakhir Penyaluran BLT Kesra, Cek NIK KTP Anda Apakah Termasuk Penerima Bansos Rp900 Ribu
Secara geologis, kawasan ini berada di zona pertemuan dan interaksi beberapa lempeng tektonik, yakni Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Laut Filipina.
Selain itu, keberadaan jalur subduksi dan sejumlah patahan aktif di sekitar Sulawesi turut memicu aktivitas gempa bumi yang cukup sering terjadi di wilayah ini.
Terkait dampaknya, gempa bermagnitudo 2,7 tergolong kecil dan umumnya tidak menimbulkan kerusakan.
Kedalaman gempa yang mencapai 95 kilometer juga membuat energi gempa melemah sebelum mencapai permukaan, sehingga getaran biasanya hanya terasa lemah atau bahkan tidak dirasakan oleh masyarakat.
Hal ini berbeda dengan gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan guncangan lebih kuat meskipun magnitudonya rendah.
BMKG menegaskan bahwa informasi gempa yang disampaikan merupakan data awal yang mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat.
Oleh karena itu, hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data dari jaringan pemantauan gempa.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Sulawesi Utara, agar tetap waspada namun tidak panik.
Warga disarankan memahami langkah-langkah mitigasi gempa, seperti tetap tenang saat terjadi guncangan, menjauh dari bangunan yang berpotensi runtuh, serta memastikan lingkungan tempat tinggal aman dari risiko gempa.
BMKG mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari BMKG guna memperoleh data yang akurat dan terbaru terkait aktivitas kegempaan.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.