Banjir Sumatera

Banjir dan Longsor Parah, Gubernur Aceh Buka Pintu Bantuan Asing

Langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan asing untuk penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh menjadi sorotan publik.

Editor: Wawan Akuba
Tribunnews.com
TERIMA BANTUAN ASING - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dalam rapat bersama menteri, Minggu (7/12/2025) malam, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menegaskan pihaknya terbuka menerima bantuan dari asing untuk mempercepat penanganan banjir bandang di wilayahnya. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Langkah Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan asing untuk penanganan banjir dan tanah longsor di Aceh menjadi sorotan publik.

Kebijakan tersebut diambil di tengah sikap Pemerintah Indonesia yang menyatakan masih mampu menangani bencana secara mandiri dan belum menetapkan status bencana nasional.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh sejak akhir November 2025 telah menyebabkan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di berbagai daerah.

Baca juga: GEMPA TERKINI! Sumatera Selatan Diguncang Gempa di Kedalaman 10 Km

Kondisi lapangan yang berat, akses terbatas, serta banyaknya korban yang belum ditemukan membuat Pemerintah Aceh memilih mengambil langkah cepat dengan membuka ruang bantuan dari luar negeri.

Datangkan Tim Khusus dari Cina

Salah satu langkah yang dilakukan Gubernur Mualem adalah mendatangkan lima orang tim evakuasi dari Cina.

Tim tersebut tiba di Aceh pada Jumat (5/12/2025) malam dan langsung diterjunkan ke lokasi terdampak banjir dan longsor di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.

Tim tersebut memiliki keahlian khusus dalam pencarian jenazah korban bencana, termasuk korban yang tertimbun lumpur maupun hanyut terbawa banjir.

Mereka juga membawa peralatan pendeteksi canggih yang digunakan untuk melacak keberadaan korban di bawah timbunan material longsor.

“Datang tim dari Cina lima orang untuk mendeteksi mayat yang ada di dalam lumpur dan mereka ada alat untuk mengambil mayat-mayat itu,” kata Gubernur Mualem, dikutip dari Serambinews.com, Sabtu (13/12/2025).

Namun, dalam pelaksanaannya, tim menghadapi tantangan berat di lapangan.

Medan yang masih dipenuhi lumpur, kayu, dan puing-puing banjir membuat proses pencarian tidak berjalan maksimal.

“Tidak maksimal karena medan masih digenangi oleh kayu-kayu. Mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat,” ujar Mualem.

Baca juga: Nama-nama Polisi yang jadi Tersangka Pengeroyokan Debt Collector hingga Tewas

Mualem menegaskan bahwa tim tersebut bukan berasal dari Pemerintah Cina, melainkan dari pihak swasta yang memiliki kompetensi dalam penanganan evakuasi korban bencana.

“Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM,” tegasnya.

Data Korban Terus Bertambah

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (13/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di wilayah Sumatra mencapai 995 orang.

Di Provinsi Aceh, korban jiwa terbanyak tercatat di Kabupaten Aceh Utara dengan 154 orang meninggal dunia, disusul Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 58 orang, serta Kabupaten Aceh Timur dengan 50 orang korban jiwa.

Selain korban meninggal, ribuan warga masih mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik serta layanan kesehatan.

Bantuan Logistik dan Medis dari Malaysia

Selain dari Cina, Pemerintah Aceh juga menerima bantuan dari Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia, sebuah organisasi kemanusiaan non-pemerintah yang bergerak di bidang penyelamatan darurat dan pelayanan medis.

BSR Malaysia telah dua kali mengirimkan bantuan ke Aceh. Pengiriman pertama tiba pada Sabtu (29/11/2025) melalui Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Bantuan tersebut berupa obat-obatan dan alat kesehatan sebanyak 2 juta item dengan total berat 2 ton, yang dikirim menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur.

Bantuan tersebut menjadi pengiriman medis internasional pertama yang masuk ke Aceh pasca-bencana Siklon Senyar yang sejak 22 November 2025 menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah provinsi tersebut.

Pengiriman tahap kedua dilakukan pada Rabu (10/12/2025) dengan total bantuan mencapai 3 ton, terdiri dari 2 ton obat-obatan dan 1 ton makanan.

Bantuan itu disalurkan ke rumah sakit serta posko-posko pengungsian di daerah terdampak banjir dan longsor.

Gubernur Mualem menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.

“Terima kasih banyak kepada BSR dari Kuala Lumpur yang sudah membantu, ini sudah kali kedua,” kata Mualem, dikutip dari akun Instagram resminya, Jumat (12/12/2025).

“Mereka membantu kita, khusus untuk rakyat yang terdampak banjir dan tanah longsor,” lanjutnya.

Tim Medis Tangani Ribuan Korban

Perwakilan BSR Malaysia, dr Patrik, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa obat-obatan, tetapi juga makanan, pakaian, serta cokelat untuk anak-anak korban bencana.

BSR Malaysia menurunkan delapan orang tenaga medis, terdiri dari dokter dan perawat, yang telah memberikan layanan kesehatan kepada sekitar 1.000 warga di Aceh.

“Kita sudah rawat lebih kurang 1.000 orang. Tapi kita lihat masih banyak yang perlu ditolong. Saya pikir ratusan ribu,” ujar dr Patrik.

Pusat Tegaskan Tak Tolak Bantuan Asing

Di tengah langkah Pemerintah Aceh tersebut, Istana Kepresidenan menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak pernah menolak bantuan asing untuk penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono, menjelaskan bahwa pemerintah pusat menilai kapasitas nasional masih mencukupi untuk menangani bencana tersebut.

Baca juga: Cara Cepat Cek Bansos PKH Lewat HP dan Info Cair Tahap 4 Tahun 2025

“Pak Presiden tidak pernah menyampaikan bahwa kita tidak mau bantuan asing karena ego atau gengsi. Pemerintah yakin masih mampu menangani bencana di Sumatra,” tegasnya.

Meski demikian, langkah Gubernur Aceh menerima bantuan asing dinilai sebagai bentuk respons cepat daerah dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan, sekaligus mencerminkan perbedaan pendekatan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menangani bencana berskala besar. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved